Yuk Kenalan Sama Yerin Ha, Wajah Baru Serial Bridgerton yang Bikin Penonton Jatuh Cinta

Yuk Kenalan Sama Yerin Ha, Wajah Baru Serial Bridgerton yang Bikin Penonton Jatuh Cinta
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Serial Netflix Bridgerton resmi kembali lewat musim keempat yang dirilis pada Kamis (29/1), hampir dua tahun setelah musim sebelumnya.

Kali ini, kisah cinta yang diangkat berpusat pada Benedict Bridgerton, putra kedua keluarga Bridgerton yang diperankan Luke Thompson, dan perempuan misterius yang mencuri hatinya, Sophie Baek. Namun bukan hanya Benedict yang terpikat oleh Sophie, para penonton pun ikut jatuh hati pada sosok pemerannya, Yerin Ha.

Kehadiran Yerin Ha menjadi sorotan tersendiri. Ia tercatat sebagai aktris Korea Selatan pertama dan bintang Asia kedua yang menjadi pemeran utama di Bridgerton, setelah Simone Ashley yang memerankan Kate Bridgerton. Bagi Yerin, peran Sophie Baek bukan sekadar proyek besar, melainkan juga momen emosional yang tak terlupakan.

Saat menerima kabar terpilih sebagai Sophie, ia sedang berada di Seoul untuk mengunjungi sang ibu.

Dalam wawancaranya dengan People, Yerin mengenang bagaimana ia langsung melompat kegirangan di jalanan Gangnam, hingga ibunya langsung tahu bahwa kabar baik baru saja ia terima.

Di balik aksen Inggris-Australia yang khas, Yerin Ha memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia lahir di Sydney, Australia, pada 16 Januari 1998, dan sempat menghabiskan masa kecilnya di Korea Selatan. Ketertarikannya pada dunia seni peran tumbuh sejak usia dini. Ia menempuh pendidikan akting di Kaywon High School of Arts di Seoul, sebelum kembali ke Australia dan melanjutkan studi teater musikal di National Institute of Dramatic Art, Sydney.

Sebelum dikenal lewat layar kaca, Yerin lebih dulu akrab dengan dunia teater. Ia pernah tampil di panggung Sydney Theatre Company lewat pertunjukan Lord of the Flies dan belakangan juga memerankan tokoh utama dalam The Maids di London.

Darah seni yang mengalir dalam dirinya pun bukan kebetulan. Nenek Yerin adalah Son Sook, aktris senior sekaligus politisi Korea Selatan yang juga sempat tampil dalam serial The Glory. Kedua orang tuanya pun bertemu di sekolah drama, membuat Yerin tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan teater dan film.

Keterlibatan Yerin dalam Bridgerton bahkan terasa hingga ke detail karakter. Dalam versi novel karya Julia Quinn, karakter Sophie memiliki nama belakang Beckett. Namun, rumah produksi Shondaland memutuskan untuk mengubahnya menjadi Sophie Baek demi menghormati latar belakang Yerin.

Penulis naskah Bridgerton, Jess Brownell, secara langsung meminta saran nama belakang Korea yang diawali huruf B, dan Yerin memilih "Baek". Bagi Yerin, perubahan ini bukan hal sepele, melainkan bentuk pengakuan terhadap identitas dan representasi budaya di serial sebesar Bridgerton.

Meski tampil ceria dan penuh percaya diri di depan publik, Yerin Ha juga pernah bergulat dengan impostor syndrome. Ia mengaku pernah merasa tidak pantas menerima cinta dan sulit menerima dirinya sendiri. Pengalaman personal itu kemudian ia tuangkan ke dalam perannya sebagai Sophie, seorang pelayan yang hidup di tengah masyarakat kelas atas, penuh keterbatasan dan pergulatan batin.

Menariknya, Bridgerton menjadi salah satu peran besar pertamanya di industri televisi dan film. Sebelumnya, Yerin baru sempat tampil di film Dune: Prophecy pada 2024. Namun lewat Sophie Baek, Yerin Ha membuktikan bahwa status pendatang baru bukan penghalang untuk mencuri perhatian dunia. Kehadirannya tak hanya memperkaya semesta Bridgerton, tetapi juga menandai langkah penting bagi representasi Asia di panggung hiburan global.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE