Disidak Tengah Malam! Pool Taksi "Hijau" Digeledah Usai Tragedi Kereta
JAKARTA, GENVOICE.ID - Imbas kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, pemerintah langsung bergerak cepat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak ke pool taksi Xanh SM atau Green SM di Bekasi, Selasa malam.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah perusahaan tersebut sudah menjalankan standar keselamatan sesuai aturan, terutama dalam Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK PAU.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa sidak ini menyasar berbagai aspek penting. Mulai dari kondisi kendaraan sebelum beroperasi, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan dan kesehatan pengemudi.
Menurutnya, semua elemen tersebut wajib dipenuhi oleh perusahaan angkutan umum demi menjamin keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Sidak dilakukan di pool Bekasi karena lokasi tersebut menjadi basis operasional armada yang diduga terlibat dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah hal yang masih perlu didalami. Meski belum dirinci secara detail, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi lanjutan.
Tak berhenti di situ, Kemenhub juga berencana melanjutkan pemeriksaan ke pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh terkait sistem keselamatan perusahaan.
Selain itu, pihak Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengusut dugaan keterlibatan kendaraan dalam insiden tersebut.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang mengacu pada aturan resmi pemerintah.
Ia juga menekankan bahwa hasil audit nantinya bisa berujung pada berbagai rekomendasi. Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan bisa dikenai sanksi mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin operasional.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin kecelakaan serupa terulang. Semua pihak diminta lebih disiplin dalam menerapkan standar keselamatan, karena satu kelalaian kecil bisa berujung pada tragedi besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!