5 Daerah di Kalimantan yang Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Karhutla

Kemarau panjang dan karhutla melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Berikut 5 daerah yang menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

5 Daerah di Kalimantan yang Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Karhutla
Salat Istisqa di Kalimantan - (Dok. DPRD Pemprov Kalsel).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Kemarau panjang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta munculnya kabut asap.

Di tengah situasi tersebut, umat Islam di sejumlah daerah menggelar Shalat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan. Shalat sunnah ini dilakukan bersama-sama dengan doa agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.

Shalat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan ketika terjadi kekeringan atau hujan tak kunjung turun. Di Kalimantan, pelaksanaannya juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bermunajat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang terdampak kemarau dan karhutla.

Lantas, daerah mana saja yang telah menggelar Shalat Istisqa? Berikut beberapa wilayah di Kalimantan yang melaksanakan shalat meminta hujan di tengah kondisi kemarau panjang.

1. Pontianak, Kalimantan Barat

Umat Islam di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan warga sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon hujan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap karhutla.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya mengajak masyarakat mengikuti shalat dan doa bersama. Ia berharap hujan segera turun sehingga titik-titik kebakaran dapat berkurang, kabut asap mereda, serta kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat kembali membaik.

2. Samarinda, Kalimantan Timur

Di Samarinda, Kalimantan Timur, Shalat Istisqa digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama ASN, jajaran perangkat daerah, dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Mu'minin, Jalan Gunung Arjuna, Kelurahan Jawa, pada Jumat (21/8/2026).

Pelaksanaan shalat dilakukan ketika kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air dan kondisi sejumlah lahan. Pemerintah berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air, tetapi juga mengisi kembali sumber air dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian.

3. Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Masyarakat Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga menggelar Shalat Istisqa di kawasan Bundaran Besar pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi Islam, dan ribuan warga.

Kemarau panjang di wilayah tersebut membuat ketersediaan air berkurang sekaligus meningkatkan potensi munculnya titik api. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi kemudian dapat memicu kabut asap sehingga berdampak terhadap kualitas udara di Palangka Raya.

4. Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Ratusan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun di tengah kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Situasi tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah wilayah Kalimantan Selatan juga menghadapi ancaman karhutla. Masyarakat dan pemerintah daerah berharap hujan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

5. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Shalat Istisqa juga dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat menggelar shalat serta doa bersama pada Jumat (28/8/2026).

Pelaksanaan tersebut menjadi ikhtiar batiniah di tengah kemarau panjang yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di sejumlah wilayah. Pemerintah juga mengajak masyarakat melakukan muhasabah, memohon ampunan, menjaga lingkungan, menghemat air, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar di Tengah Kemarau

Pelaksanaan Shalat Istisqa di berbagai daerah Kalimantan menunjukkan bagaimana masyarakat menghadapi kemarau panjang melalui ikhtiar spiritual. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah penanganan untuk menghadapi dampak kekeringan dan karhutla.

Selain memohon turunnya hujan, masyarakat diimbau tetap menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak. Upaya mencegah kebakaran juga penting dilakukan karena karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat berharap hujan segera turun secara merata. Hujan diharapkan dapat membantu mengatasi kekeringan, mengurangi titik api, serta memperbaiki kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE