Isi Percakapan 3 Masinis Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL, Sempat Ada Peringatan dari Petugas

KNKT mengungkap rekaman komunikasi tiga masinis dengan petugas kendali sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Bekasi Timur hingga menewaskan 16 orang.

Isi Percakapan 3 Masinis Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL, Sempat Ada Peringatan dari Petugas
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Bekasi Timur. - (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Komunikasi antara masinis dan petugas kendali menjadi salah satu sorotan dalam investigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap rekaman percakapan tiga masinis dengan petugas Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKP) pada malam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan maut itu terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB di Stasiun Bekasi Timur dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek KA 4B dengan KRL KA 5568A. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 107 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam investigasinya, KNKT menemukan adanya persoalan komunikasi dalam rangkaian kejadian sebelum tabrakan. Bahkan, percakapan antara masinis dan petugas kendali beberapa kali harus diulang karena suara yang diterima tidak terdengar dengan jelas.

Awalnya Ada KRL Tertabrak Taksi Listrik

Sebelum tabrakan KA Anggrek dengan KRL terjadi, lebih dulu terdapat kecelakaan lain di jalur yang sama. KRL KA 5181B dari Stasiun Tambun menuju Bekasi Timur menabrak taksi listrik yang berada di perlintasan sebidang Jalan Ampera.

Menurut KNKT, masinis KRL tersebut kemudian menghubungi PPKP selatan untuk melaporkan kejadian. Namun, komunikasi tidak berjalan lancar karena masinis menggunakan panggilan individual dan tidak menekan tombol panggilan darurat.

KNKT menyebut suara masinis juga tidak terdengar dengan jelas oleh petugas PPKP selatan. Kondisi tersebut diperparah oleh polusi suara akibat penggunaan speaker di ruang kendali sehingga proses penyampaian informasi menjadi lebih lama.

Percakapan Masinis KRL dan PPKP Berulang Kali

Dalam rekaman yang ditranskripsikan KNKT, masinis KA 5181B beberapa kali mencoba menjelaskan bahwa ada mobil yang tersangkut di jalur. Namun, PPKP selatan berulang kali meminta masinis mengulangi informasi karena modulasi suara dinilai kurang sempurna.

"Pak PK Monitor Pak," ujar masinis pada pukul 20.48.44 sebelum menyebut nomor KA 5181. Beberapa detik kemudian, PPKP selatan kembali meminta nomor kereta karena informasi yang diterima belum terdengar jelas.

Masinis kemudian menjelaskan bahwa kereta yang dikemudikannya menabrak mobil yang tersangkut di jalur. Percakapan terkait kondisi tersebut terus berlangsung hingga sekitar pukul 21.09.54 dan diwarnai sejumlah pertanyaan berulang mengenai lokasi serta kondisi jalur.

Masinis KRL yang Kemudian Ditabrak KA Anggrek Sempat Bertanya

Dalam rekaman lainnya, KNKT juga mengungkap komunikasi antara masinis KRL KA 5568A dengan PPKP selatan sebelum dan setelah kecelakaan. Pada pukul 20.41.57, masinis KA 5568A sempat menanyakan kepada petugas mengenai kondisi kereta yang masih berada di jalur 6 Bekasi.

"PPKP, 5568 jalur 6 Bekasi tunggu apa ya pak?" kata masinis. Sekitar delapan menit kemudian, masinis kembali menghubungi PPKP untuk meminta informasi mengenai kondisi di Bekasi Timur.

PPKP selatan kemudian menyampaikan agar KA 5568A bertahan di Tambun. Setelah kecelakaan terjadi, komunikasi kembali terdengar ketika PPKP memanggil KA 5568 pada pukul 20.55.45.

Awak KA Anggrek Juga Mendapat Peringatan

Sementara itu, rekaman komunikasi antara asisten masinis KA Anggrek dengan PPKP timur memperlihatkan adanya pembicaraan sebelum kereta tiba di lokasi kejadian. Pada pukul 20.18.44, asisten masinis melaporkan kondisi KA 4B Argo Bromo Anggrek yang membawa 11 kereta dengan berat 481,25 ton.

Petugas PPKP timur kemudian memberikan informasi mengenai sejumlah lokasi pembatasan kecepatan atau taspat yang harus diperhatikan. Sekitar pukul 20.50.59, petugas kembali memanggil KA Anggrek dan memberikan peringatan terkait kondisi di JPL Bekasi Timur.

"Bang hati-hati di JPL Bekasi Timur Bang, JPL 88 ya Bang," ujar PPKP timur pada pukul 20.51.06. Petugas juga meminta awak KA Anggrek memperhatikan kondisi di jalur dan mengurangi kecepatan.

Tidak lama kemudian, asisten masinis menyampaikan bahwa sinyal yang mereka hadapi berwarna merah. PPKP timur lalu meminta KA Anggrek bertahan karena di depan terdapat KRL.

"Copy pertahanan dulu ya Anggrek depannya ada CL nih depannya CL nih," kata PPKP timur. Petugas kemudian meminta awak KA Anggrek untuk menunggu karena kondisi jalur di depan masih belum aman.

Beberapa Menit Kemudian, Tabrakan Terjadi

Sekitar pukul 20.53.06, komunikasi berubah setelah asisten masinis KA Anggrek melaporkan bahwa keretanya telah menabrak KRL. "Dari Anggrek nih bravo tertemper KRL bravo," ujar asisten masinis.

PPKP timur kemudian menanyakan kondisi blok dan kembali meminta KA Anggrek untuk bertahan. Asisten masinis menjawab bahwa blok dalam kondisi merah dan menyebut "Semboyan 5".

Beberapa menit kemudian, PPKP timur kembali mencoba menghubungi KA 4 atau KA Anggrek. Petugas menanyakan posisi kereta setelah kecelakaan dan meminta informasi mengenai kondisi awak KA tersebut.

Rangkaian percakapan tersebut menjadi bagian dari temuan KNKT dalam menginvestigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Rekaman komunikasi tiga masinis dengan petugas kendali memperlihatkan bagaimana informasi mengenai kondisi jalur, kecelakaan sebelumnya, hingga keberadaan KRL disampaikan menjelang insiden maut tersebut.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE