Pemerintah Prioritaskan Lelang Frekuensi 1,4 GHz agar Internet Murah dan Ngebut Bakal Jadi Kenyataan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memprioritaskan pelelangan spektrum pita frekuensi 1,4 GHz lebih dulu dibandingkan spektrum lain seperti 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz. Alasannya jelas: demi mempercepat penyediaan internet murah, cepat, dan merata di seluruh Indonesia.
"Secara linimasa, lelang frekuensi akan dilaksanakan untuk pita 1,4 GHz terlebih dahulu karena kita membutuhkan solusi internet fixed broadband (BWA) yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," ujar Dirjen Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, dikutip dari Antara, Selasa, (30/7).
Menurut Wayan, internet berbasis fixed broadband (jaringan tetap) menjadi kunci untuk menciptakan layanan internet yang tidak hanya stabil dan cepat, tetapi juga lebih murah. Frekuensi ini akan digunakan tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga layanan publik lainnya.
"Dengan jaringan tetap, biaya bisa ditekan jauh, dan dampaknya langsung terasa di masyarakat luas," tambahnya.
Setelah pita 1,4 GHz selesai dilelang, Kemkomdigi akan melanjutkan dengan pelelangan tiga frekuensi lainnya: 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz. Ketiga spektrum ini diarahkan untuk memperkuat dan memperluas cakupan mobile broadband, khususnya teknologi 5G, di seluruh Indonesia.
"Ini strategi bertahap. Kita prioritaskan kebutuhan paling mendesak dulu: internet rumah dan publik. Lalu berlanjut ke penguatan jaringan seluler," jelas Wayan.
Untuk memastikan proses berjalan adil dan efisien, Kemkomdigi juga tengah menyiapkan mekanisme lelang e-auction yang serba digital. Proses regulasi saat ini sedang menunggu penetapan dari Menteri, sebelum masuk tahap pengundangan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Selanjutnya akan disusun pedoman seleksi dan perhitungan harga dasar penawaran sebelum akhirnya lelang resmi dibuka.
"Begitu regulasinya disahkan, seluruh proses seleksi akan diumumkan ke publik. Kami ingin semua transparan dan profesional," tutup Wayan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!