AI Overviews Google Diduga 'Membunuh' Website, Bikin Trafik Anjlok! Apakah Ini Akhir Internet Seperti yang Kita Kenal?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dalam setahun terakhir, Google diam-diam mengubah wajah internet, jika dulu kita mengenal Google dengan deretan tautan biru yang membawa ke berbagai situs web, kini yang muncul pertama justru jawaban langsung dari AI yang mereka sebut sebagai "AI Overviews".
Fitur ini kadang membantu, tapi kadang juga "berhalusinasi" dengan saran ngawur, seperti menyuruh orang makan lem atau batu. Tapi yang lebih mengkhawatirkan bukan sekadar isi, melainkan dampaknya yang sangat besar terhadap trafik web dan keberlangsungan ribuan situs di seluruh dunia.
Laporan baru dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa ketika pengguna disuguhi AI Overviews, mereka dua kali lebih kecil kemungkinannya untuk mengklik tautan ke situs lain, dan 26% dari mereka langsung menutup browser setelah membaca jawaban dari AI.
Aaron Smith, Direktur Data Labs Pew, menyebut ini sebagai tren yang signifikan. "Jika ini terus terjadi, ekosistem web yang bergantung pada trafik dari Google bisa runtuh," ujarnya.
Dengan lebih dari 5 triliun pencarian dilakukan setiap tahun, bahkan perubahan kecil dalam perilaku pengguna bisa berarti kerugian miliaran dolar bagi penerbit dan pembuat konten.
Lily Ray, VP SEO Strategy di Amsive, menyebut efek AI Overview sebagai bencana digital.
"Banyak situs melihat penurunan 20%, 30%, bahkan 40% dalam pendapatan mereka. Google mengambil perhatian pengguna dan menampilkannya di halaman mereka sendiri, bukan mengarahkan ke situs asli tempat informasi itu berasal," katanya.
Dengan AI mengambil konten dari situs lain dan menampilkannya langsung, insentif untuk membuat konten berkualitas juga ikut hilang.
Google membantah keras hasil studi Pew dan studi lainnya, menyebutnya "metodologi cacat dan dataset tidak representatif". Mereka mengklaim tetap mengirim miliaran klik ke situs setiap hari, dan bahwa klik dari AI Overview justru berkualitas lebih tinggi karena pengguna lebih lama menghabiskan waktu di situs tersebut.
Namun Pew tetap pada pendiriannya. "Temuan kami sejalan dengan data dari berbagai firma analisis web," kata Smith.
Ironisnya, AI Google sendiri tak setuju dengan klaim departemen PR-nya. Jika Anda bertanya pada Gemini, AI Google, jawabannya jelas: AI Overviews mengurangi trafik ke situs web.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, Google baru saja meluncurkan AI Mode, fitur yang sepenuhnya menghilangkan hasil pencarian tradisional. Tidak ada lagi daftar tautan, hanya jawaban dari AI. Ini menjadi peringatan serius bahwa masa depan pencarian bisa sepenuhnya dikendalikan oleh AI, dan bukan lagi oleh pembuat konten di internet.
Ray mengatakan ini bukan hanya soal trafik, tapi juga soal hak pengguna.
"Google merampas kemampuan pengguna untuk mengevaluasi informasi dari berbagai sumber, membandingkan, dan menarik kesimpulan sendiri. Jawaban AI memang cepat, tapi tidak selalu benar - dan kadang sangat salah," katanya.
Google bersikeras bahwa ini adalah permintaan pasar.
"Pengguna kini mencari pengalaman pencarian yang lebih intuitif dan berbasis AI," ujar juru bicara perusahaan.
Tapi Ray menyebut narasi itu menyesatkan.
"Mereka mengambil hasil kerja keras ribuan penulis, jurnalis, dan pembuat konten, lalu menyajikannya kembali tanpa memberi manfaat balik," katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!