Meta Rilis Batasan Baru untuk Cegah Obrolan Tak Pantas AI dengan Anak-Anak

Meta Rilis Batasan Baru untuk Cegah Obrolan Tak Pantas AI dengan Anak-Anak
- (Dok. Android Central).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Meta memperketat aturan penggunaan chatbot kecerdasan artifisial (AI) miliknya dengan merilis panduan baru yang secara khusus ditujukan untuk mencegah terjadinya percakapan tidak pantas dengan pengguna anak-anak.

Laporan ini pertama kali diungkap Business Insider dan dikutip Engadget, Senin (29/9/2025). Panduan tersebut dirancang sebagai acuan bagi para kontraktor Meta dalam melatih chatbot agar tidak terjebak dalam percakapan yang berpotensi membahayakan anak di bawah umur, termasuk eksploitasi seksual.

Langkah ini muncul setelah kontroversi pada Agustus lalu. Saat itu, Reuters menyoroti kebijakan lama Meta yang disebut-sebut masih memberi ruang bagi chatbot untuk "melibatkan anak dalam percakapan romantis atau sensual." Meta membantah laporan tersebut, menyebutnya keliru dan tidak konsisten dengan kebijakan resmi mereka, sebelum akhirnya menghapus ketentuan terkait.

Dalam dokumen terbaru yang diperoleh Business Insider, Meta menegaskan aturan eksplisit yang melarang chatbot AI:

  • Membuat, mendorong, atau mendukung pelecehan seksual anak.

  • Terlibat dalam roleplay romantis dengan pengguna di bawah umur.

  • Memberikan saran tentang kontak fisik romantis atau intim dengan anak-anak.

Meski begitu, chatbot masih diperbolehkan membahas topik edukatif seperti pelecehan, namun hanya dalam konteks yang mencegah atau menginformasikan, bukan memfasilitasi percakapan berbahaya.

Isu keamanan AI untuk anak memang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah media internasional menyoroti potensi risiko yang muncul dari interaksi chatbot dengan pengguna muda. Bahkan, pada Agustus 2025, Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat meluncurkan penyelidikan formal terhadap berbagai layanan chatbot AI-bukan hanya milik Meta, tetapi juga perusahaan besar lain seperti Alphabet (Google), Snap (Snapchat), OpenAI, hingga X.AI.

Dengan aturan baru ini, Meta berharap dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan AI mereka, sekaligus melindungi anak-anak dari potensi penyalahgunaan teknologi yang semakin berkembang pesat.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE