Drama Baru Influencer, Awkarin Ngaku Dibully Geng Reza Arap
JAKARTA, GENVOICE.ID - Polemik antara selebgram Karin Novilda atau Awkarin dengan lingkaran pertemanan Reza Arap masih terus bergulir di media sosial. Meski tak ada pihak yang menyebut nama secara langsung, warganet menilai sindiran yang muncul saling mengarah satu sama lain.
Isu terbaru bermula dari potongan siaran langsung di kanal YouTube Reza Arap saat acara "Marapthon 3 The Last Tale". Dalam live tersebut, DJ Bravy melontarkan candaan soal kebiasaan membicarakan orang lain yang disebut bisa membuat leher "berurat". Ucapan itu tak menyebut sosok tertentu, namun ramai diinterpretasikan netizen sebagai sindiran.
Beberapa hari setelah video itu viral, Awkarin mengunggah Instagram Story yang memicu spekulasi. Saat berada di Melbourne, ia membagikan momen bersama kekasihnya yang berlatar bule. Dalam unggahan tersebut, terlihat lengan kekasihnya melingkar di lehernya, seolah menanggapi sindiran soal "leher berotot".
Unggahan itu memicu reaksi beragam dari netizen. Sebagian menilai Awkarin terlalu percaya diri dengan menganggap sindiran tersebut ditujukan padanya. Namun tak sedikit pula yang membela dan menganggap responsnya sebagai bentuk balasan santai.
Kontroversi makin memanas ketika Awkarin kembali mengunggah selfie di Instagram Story pada Sabtu (21/2/2026). Ia membagikan tangkapan layar DM dari pengikut yang memuji penampilannya dan menyebut dirinya tidak layak dibully soal fisik. Dalam unggahan itu, Awkarin menyinggung dugaan body shaming yang dialaminya.
"masa ngatain fisik..." tulis Karin singkat, menandakan kekecewaannya terhadap komentar yang ia anggap menyerang secara personal.
Tak berhenti di situ, ia juga menegaskan tidak peduli jika unggahan tersebut disebarkan kepada pihak yang diduga berseteru dengannya. Bahkan, Awkarin secara terang-terangan menyebut akan memblokir akun yang dianggap membocorkan atau menyebarkan kebencian.
Drama saling sindir ini pun terus jadi bahan perbincangan warganet. Meski belum ada klarifikasi langsung dari pihak Reza Arap maupun lingkarannya, konflik ini menunjukkan bagaimana dinamika perseteruan influencer kerap berkembang lewat kode-kode di media sosial, bukan pernyataan terbuka.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!