Ferry Irwandi Hantam Ahmad Sahroni: "Mulut Sampah Anda Biang Kekacauan!"

Ferry Irwandi Hantam Ahmad Sahroni: "Mulut Sampah Anda Biang Kekacauan!"
- (Dok. Ig/Irwandiferry).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Gen, suasana panas pasca demo kemarin ternyata nggak cuma berhenti di jalanan, tapi juga merembet ke dunia maya. Salah satu yang bikin heboh datang dari kreator konten sekaligus aktivis, Ferry Irwandi. Dia melayangkan kritik pedas ke Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang sebelumnya sempat melontarkan komentar keras soal para pendemo.

Sahroni dikenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan. Dalam pernyataannya, dia terang-terangan bilang kalau dirinya mendukung penuh langkah polisi buat menangkap para demonstran yang dianggap anarkis. Bahkan, ia menyebut anak-anak muda yang masih di bawah umur tapi ikut ricuh demo sebagai "brengsek." Komentar ini jelas bikin banyak orang naik pitam, termasuk Ferry Irwandi.

Lewat Instagram Story, Ferry langsung menegur dengan kalimat yang nggak kalah keras. "@ahmadsahroni88 Anda yang brengsek," tulis Ferry sebagai pembuka. Nggak berhenti di situ, Ferry juga menuduh kalau ucapan Sahroni justru ikut memicu suasana makin kacau. Menurutnya, mulut politisi sekelas Sahroni punya andil besar dalam menciptakan provokasi yang memperkeruh keadaan.

Buat Ferry, suara publik seharusnya ditampung dan didengar, bukan malah dicaci maki. Apalagi status Sahroni sebagai pejabat publik mestinya bisa kasih contoh baik, bukan memperuncing konflik. Ia menyebut bahwa komentar seenaknya itu sama sekali nggak membantu meredam situasi, justru sebaliknya bikin kemarahan semakin membara.

Meski begitu, Ferry menegaskan dirinya tetap pro terhadap polisi. Baginya, aparat memang punya tugas penting menjaga ketertiban. Namun, dukungan itu tidak berarti membiarkan pernyataan kontroversial pejabat politik ikut menyulut emosi massa. Ia menilai kritik ke Sahroni ini adalah bentuk kepedulian agar pejabat lebih hati-hati dalam memilih kata-kata, khususnya di tengah situasi yang lagi sensitif.

Gen, apa yang terjadi antara Ferry dan Sahroni ini jadi bukti kalau konflik sosial bukan cuma soal aksi di jalan, tapi juga bagaimana komunikasi publik dijaga. Ucapan tajam bisa lebih berbahaya dari tindakan fisik karena bisa memicu gelombang reaksi yang jauh lebih besar.

Kasus ini juga mengingatkan kita semua, bahwa di era digital kayak sekarang, satu kalimat bisa langsung tersebar luas dan mengundang kontroversi. Apalagi kalau yang ngomong punya jabatan dan pengaruh. Jadi ya, jangan heran kalau reaksi Ferry ini disorot banyak orang.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE