Ahmad Sahroni Cerita Detik-detik Penjarahan Rumah, Ternyata Sempat Sembunyi di Plafon!

Momen Mencekam Ahmad Sahroni: Penyelamatan Diri di Kamar Mandi dan Plafon

Ahmad Sahroni Cerita Detik-detik Penjarahan Rumah, Ternyata Sempat Sembunyi di Plafon!
Ahmad Sahroni ketika perdana muncul ke publik. - (Dok. TikTok).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kamu pasti ingat hebohnya insiden penjarahan yang menimpa kediaman pengusaha sekaligus politisi Ahmad Sahroni pada akhir Agustus 2025 lalu.

Nah, kali ini Sahroni akhirnya buka suara, menceritakan detik-detik menegangkan saat ia berjuang menyelamatkan diri dari amukan massa!

Secara dramatis, Sahroni menceritakan detik-detik saat harus sembunyi di atas plafon demi menyelamatkan diri dari amukan massa.

Kisah ini benar-benar serasa adegan di film laga, Gen. Di hadapan warga, Sahroni menceritakan momen genting ketika ia harus bersembunyi di tempat tak terduga, kamar mandi.

Plafon Jadi Tempat Sembunyi, Hampir Gagal Total

Nggak cukup di kamar mandi, Sahroni bahkan nekat memanjat dan bersembunyi di atas plafon demi menyelamatkan nyawanya. Tapi, usahanya ini nyaris gagal total!

"Plafonnya enggak kuat. Saya jatuh," ungkap Ahmad Sahroni dalam video yang viral di Instagram.

Dalam situasi chaos tersebut, Sahroni mengaku diliputi perasaan was-was dan harus berjuang sendirian. Ia bahkan sampai tidak bisa memercayai siapa pun di sekitarnya.

"Saya dalam keadaan hari itu tidak percaya sama satu orang pun," ujarnya, menggambarkan betapa gentingnya ancaman yang ada di depan mata.

Kolor pun Ikut Raib

Selain drama penyelamatan diri, hal yang paling membuat Sahroni heran dan miris adalah absurditas penjarahan yang terjadi. Para penjarah ini ternyata tidak hanya menargetkan barang-barang berharga, Gen.

Dengan nada tak percaya, Sahroni menceritakan kalau barang-barang personal yang tidak ternilai harganya pun ikut dijarah.

"Bapak Ibu, kolor (pakaian dalam) aja saya diambil," tuturnya.

Benda-benda sepele lain seperti sikat gigi hingga kenangan keluarga dalam bentuk foto keluarga pun ikut raib digasak massa. "Kebayang Bapak Ibu, foto keluarga pun dicuri," sambungnya. Tindakan brutal dan di luar nalar ini membuat Sahroni benar-benar miris.

Di akhir ceritanya, Sahroni menutup dengan nada pasrah. Ia mengaku sudah mengikhlaskan hidupnya pada hari kejadian. "Kalaupun hari itu saya meninggal, saya sudah ikhlasin," tutupnya.

Kisah mencekam ini menunjukkan sisi lain dari insiden penjarahan yang menimpa salah satu tokoh publik di Indonesia.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE