Peneliti Kesehatan Temukan Mayoritas Kasus Kanker Hati Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat dan Vaksinasi

Peneliti Kesehatan Temukan Mayoritas Kasus Kanker Hati Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat dan Vaksinasi
- (Dok. MediPharm).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mayoritas kasus kanker hati di dunia ternyata bisa dicegah dengan langkah sederhana namun konsisten, seperti mengadopsi gaya hidup sehat dan meningkatkan cakupan vaksinasi hepatitis. Temuan ini disampaikan oleh Lancet Commission on Liver Cancer, yang menyebut bahwa tiga dari lima kasus kanker hati bisa dicegah jika faktor risiko utama seperti konsumsi alkohol, obesitas, dan infeksi hepatitis B dan C dapat dikendalikan.

Menurut laporan tersebut, jika sejumlah langkah pencegahan diterapkan secara global, maka pada tahun 2050 angka kejadian kanker hati dapat ditekan sebanyak 9 hingga 17 juta kasus, sekaligus menyelamatkan 8 hingga 15 juta nyawa. Rekomendasi ini diprediksi bisa menurunkan insiden kanker hati hingga 5% setiap tahun.

Prof Jian Zhou dari Fudan University di China, yang memimpin riset ini, menyebut bahwa kanker hati adalah salah satu kanker paling sulit ditangani dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun hanya sekitar 5-30%. "Tanpa tindakan cepat, jumlah kasus dan kematian akibat kanker hati bisa hampir dua kali lipat dalam 25 tahun ke depan," ujarnya.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa penyebab kanker hati kini semakin bergeser. Dahulu, penyakit ini banyak dikaitkan dengan hepatitis B dan C atau konsumsi alkohol berlebih. Namun kini, kasus yang dipicu oleh penyakit hati berlemak akibat obesitas - dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) - terus meningkat. MASLD bisa dicegah dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan.

Sementara itu, kanker hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol juga diperkirakan meningkat, dari 19% pada 2022 menjadi 21% di 2050. Di sisi lain, proporsi kasus yang disebabkan oleh hepatitis B dan C diprediksi akan sedikit menurun.

Laporan ini juga mengusulkan langkah konkret bagi pemerintah, termasuk memperluas cakupan vaksinasi hepatitis B, memberlakukan pajak gula dan batas harga minimum alkohol, serta memperbaiki sistem deteksi dini dan layanan paliatif bagi pasien.

Prof Valérie Paradis dari Prancis menekankan bahwa kanker hati memiliki faktor risiko yang sangat jelas, sehingga strategi pencegahannya bisa dibuat lebih terarah dan efektif. "Dengan upaya bersama, kita bisa mencegah banyak kasus dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker hati," ujarnya.

Peneliti lain, Dr Matt Hoare dari University of Cambridge, menambahkan bahwa kebijakan publik terbukti dapat menurunkan angka kematian akibat kanker hati, seperti yang berhasil dilakukan di Jepang melalui pendekatan pencegahan dan deteksi dini.

Temuan ini menegaskan bahwa meski kanker hati tergolong sulit diobati, banyak kasusnya sebenarnya bisa dicegah sejak dini - selama masyarakat dan pemerintah mau mengambil langkah yang tepat.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE