Oscar Piastri Kehilangan Puncak Klasemen F1, Masih Bisa Balikkan Keadaan?

Oscar Piastri Kehilangan Puncak Klasemen F1, Masih Bisa Balikkan Keadaan?
- (Dok. Liga Olahraga).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah berbulan-bulan memimpin kejuaraan dunia Formula 1, Oscar Piastri akhirnya tergeser dari posisi puncak oleh rekan setimnya di McLaren, Lando Norris, usai balapan di Meksiko. Pembalap asal Australia itu kini tertinggal satu poin saja, dengan Max Verstappen mengintai di belakang. Namun, dengan empat seri tersisa - Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi - apakah Piastri masih punya peluang untuk bangkit?

Beberapa jurnalis F1 memberikan pandangan mereka.

Ed Hardy: Piastri Kehilangan Momentum, Sulit untuk Kembali

Menurut Ed Hardy, Piastri tampak mulai merasakan tekanan setelah kehilangan keunggulan besar yang sebelumnya mencapai 34 poin. Serangkaian hasil buruk - termasuk insiden di Baku - menunjukkan bahwa pembalap muda ini sedang menghadapi fase sulit.

"Piastri punya bakat besar, tapi Norris sedang dalam performa terbaiknya," tulis Hardy. "Dia menunjukkan semua ciri calon juara dunia, sementara Piastri justru kehilangan kestabilan di momen krusial."

Hardy menilai dari empat seri tersisa, hanya di Qatar Piastri sebelumnya tampil lebih baik dari Norris. Karena itu, peluang comeback-nya dinilai tipis.

Oleg Karpov: Menyerah Sekarang Adalah Kesalahan Besar

Sebaliknya, Oleg Karpov menilai situasi Piastri belum seburuk yang digambarkan. Ia menekankan bahwa perbedaan poin tipis menunjukkan pertarungan masih terbuka lebar.

"Piastri memang tampil buruk di Baku, tapi di Monza dan Singapura dia hanya kalah tipis dari Norris," tulis Karpov. "Ini bukan soal kehilangan kecepatan, melainkan faktor kecil yang berpengaruh besar pada hasil."

Karpov menilai McLaren kini tidak sekuat paruh pertama musim, sehingga satu akhir pekan buruk langsung berdampak pada perolehan poin. "Menulisnya sebagai 'habis momentum' terlalu dini. Di trek seperti Brasil dan Las Vegas, kondisinya bisa berbalik," tambahnya.

Fil Cleeren: Empat Seri Tersisa Adalah Lembaran Baru

Fil Cleeren menolak anggapan bahwa Piastri sedang terpuruk. Ia menilai masalah di Austin dan Meksiko lebih bersifat teknis ketimbang mental. "Gaya mengemudi Piastri paling kuat saat grip tinggi. Saat kondisi licin, performanya sedikit menurun - tapi itu bukan tanda dia kalah tekanan," tulis Cleeren.

Menurut Cleeren, Piastri dan tim sudah mulai beradaptasi, dan empat seri tersisa akan memberi kesempatan untuk memulai dari nol. "Kita akan lihat Piastri yang berbeda di Interlagos. Pertarungan gelar masih jauh dari selesai," ujarnya.

Dengan selisih satu poin dan empat balapan tersisa, pertempuran gelar dunia F1 2025 kini semakin panas. Piastri mungkin sedang tertinggal, tapi banyak yang percaya cerita musim ini masih belum mencapai babak akhirnya.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE