Dari Belanja Pemain sampai Kontroversi VAR, Ini Deretan Momentum yang Buat Arsenal Juara Liga Inggris

Dari Belanja Pemain sampai Kontroversi VAR, Ini Deretan Momentum yang Buat Arsenal Juara Liga Inggris
- (Dok. RTE).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. Tim asuhan Mikel Arteta memastikan gelar Premier League musim 2025/2026 usai rival terdekat mereka, Manchester City, gagal menang melawan AFC Bournemouth.

Hasil imbang 1-1 di Vitality Stadium membuat Manchester City tertahan di posisi kedua dengan 78 poin, tertinggal empat angka dari Arsenal yang masih kokoh di puncak klasemen. Dengan hanya satu laga tersisa, The Gunners dipastikan tidak lagi bisa dikejar.

Keberhasilan Arsenal musim ini dinilai tidak datang secara instan. Ada sejumlah momen penting yang perlahan membentuk perjalanan mereka menuju trofi Liga Inggris pertama sejak musim 2003/2004.

Berikut deretan momentum yang menjadi titik balik Arsenal musim ini:

1. Belanja pemain besar-besaran jadi fondasi

Arsenal melakukan perubahan besar pada bursa transfer musim panas 2025. Manajemen klub mengeluarkan dana lebih dari 250 juta poundsterling demi memperkuat hampir seluruh lini permainan.

Salah satu transfer paling mencolok adalah kedatangan striker asal Swedia, Viktor Gyokeres, dari Sporting CP. Arsenal juga mendatangkan Eberechi Eze, Noni Madueke, hingga Martin Zubimendi untuk menambah kedalaman skuad.

Di lini belakang, hadir nama seperti Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera. Sementara posisi penjaga gawang diperkuat Kepa Arrizabalaga.

Belanja besar tersebut terbukti menjadi pondasi utama Arsenal dalam menjaga konsistensi sepanjang musim.

2. Gol dramatis Martinelli ke gawang Man City

Pada awal musim, Arsenal sempat tertinggal saat menghadapi Manchester City di Emirates Stadium. Namun, gol telat dari Gabriel Martinelli pada masa injury time membuat pertandingan berakhir imbang 1-1.

Gol tersebut dianggap penting karena memperlihatkan mentalitas baru Arsenal ketika menghadapi rival utama dalam perebutan gelar.

3. Comeback di kandang Newcastle

Arsenal kembali menunjukkan karakter kuat saat bertandang ke markas Newcastle United.

Setelah tertinggal lebih dulu, Arsenal berhasil membalikkan keadaan melalui gol Mikel Merino dan sundulan Gabriel Magalhaes di menit-menit akhir.

Kemenangan dramatis itu menjadi salah satu titik yang meningkatkan rasa percaya diri skuad Arsenal.

4. Eberechi Eze bersinar di Derby London Utara

Momentum Arsenal semakin besar ketika mereka menghancurkan rival sekota, Tottenham Hotspur, dengan skor telak 4-1.

Dalam pertandingan Derby London Utara tersebut, Eberechi Eze tampil luar biasa lewat hat-trick pertamanya bersama Arsenal. Kemenangan itu membuat Arsenal semakin nyaman di puncak klasemen.

5. Penurunan performa Manchester City

Memasuki awal 2026, Manchester City mulai kehilangan konsistensi. Tim asuhan Pep Guardiola gagal menang dalam beberapa pertandingan penting, termasuk saat menghadapi Sunderland, Chelsea, dan Brighton.

Situasi semakin buruk ketika City kalah dari Manchester United di Derby Manchester.

Rangkaian hasil itu memberi keuntungan besar bagi Arsenal dalam persaingan gelar.

6. Duel panas Gabriel dan Haaland

Pertemuan Arsenal melawan Manchester City pada April lalu menjadi salah satu laga paling panas musim ini. City menang 2-1 lewat gol telat Erling Haaland.

Namun sorotan utama justru tertuju pada perselisihan antara Gabriel Magalhaes dan Haaland di akhir pertandingan. Gabriel beruntung tidak menerima kartu merah dalam insiden tersebut.

Keputusan itu dianggap krusial karena Arsenal tetap bisa memainkan bek andalan mereka pada laga-laga penentu berikutnya.

7. Blunder Marc Guehi bantu Arsenal

Momentum lain datang saat Manchester City gagal mempertahankan keunggulan melawan Everton.

Kesalahan backpass dari Marc Guehi membuat Everton mampu menyamakan skor sebelum akhirnya laga berakhir 3-3.

Hasil tersebut membuat Arsenal semakin dekat dengan gelar juara.

8. Penyelamatan David Raya dan kontroversi VAR

Pada laga melawan West Ham United, kiper David Raya menjadi penyelamat Arsenal lewat beberapa penyelamatan penting di menit akhir.

Arsenal kemudian mencetak gol kemenangan melalui Leandro Trossard. West Ham sebenarnya sempat mencetak gol balasan di injury time, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap David Raya.

Keputusan VAR itu sempat memicu perdebatan, termasuk komentar sinis dari Pep Guardiola. Namun hasil kemenangan tetap bertahan dan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Arsenal menuju gelar.

Kini Arsenal tidak hanya sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris, tetapi juga masih berpeluang meraih trofi UEFA Champions League Final saat menghadapi Paris Saint-Germain di partai final.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE