Jude Bellingham Bersinar di Piala Dunia 2026, Real Madrid Kena Sindiran Halus?

Jude Bellingham Bersinar di Piala Dunia 2026, Real Madrid Kena Sindiran Halus?
- (Dok. AP).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Performa Jude Bellingham bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 kembali jadi bahan pembicaraan. Gelandang berusia 22 tahun itu tampil luar biasa dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan The Three Lions di fase grup. Menariknya, penampilan impresif tersebut justru sangat berbeda dibanding musim yang ia jalani bersama Real Madrid.

Banyak yang mulai bertanya-tanya, kenapa Bellingham bisa terlihat jauh lebih berbahaya saat mengenakan seragam Inggris? Jawaban sang pemain seolah memberi pesan penting yang wajib didengar Real Madrid jelang musim baru.

Saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 di laga terakhir fase grup, Bellingham menjadi aktor utama kemenangan. Ia membuka keunggulan lewat golnya sebelum menyumbang assist untuk Harry Kane. Penampilan itu semakin mempertegas bahwa dirinya sedang berada dalam performa terbaik.

Tak sedikit yang menilai Real Madrid perlu mengevaluasi cara mereka memanfaatkan kemampuan Bellingham. Pasalnya, sang gelandang merasa ada perbedaan besar antara perannya di level klub dan tim nasional.

Jude Bellingham Ungkap Perbedaan Peran di Inggris dan Real Madrid

Bellingham mengaku posisi bermain menjadi salah satu alasan mengapa ia bisa tampil lebih maksimal bersama Inggris. Menurutnya, ia mendapat kebebasan lebih besar untuk bergerak di area yang lebih dekat dengan gawang lawan.

"Saya tidak berpikir ini masalah kepercayaan diri. Di Real Madrid, saya bermain berbeda, sedikit lebih dalam. Bersama Inggris, saya bermain sebagai nomor 10 atau bahkan nomor 8 yang lebih maju," kata Bellingham.

Meski begitu, ia menegaskan tidak pernah mempermasalahkan keputusan pelatih mengenai posisinya di lapangan. Baginya, yang terpenting adalah memberikan kontribusi terbaik bagi tim.

"Saya tidak peduli bermain di mana di lapangan. Saya selalu ingin bermain baik untuk tim saya."

Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi bahwa posisi bermain memang menjadi faktor utama yang memengaruhi performa Bellingham sepanjang musim lalu bersama Los Blancos.

Statistik Bellingham Jadi Bukti Pengaruh Besarnya

Bukan hanya mencetak gol dan assist saat menghadapi Panama, Bellingham juga tampil dominan dalam banyak aspek permainan. Ia sukses menciptakan empat peluang matang dan menjadi pemain dengan jumlah dribel sukses terbanyak dalam pertandingan tersebut.

Kontribusinya sebenarnya sudah terlihat sejak laga sebelumnya melawan Kroasia. Saat itu, Bellingham juga mencatatkan namanya di papan skor dan berkali-kali mengancam pertahanan lawan. Bahkan, ia enam kali menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan, angka yang menunjukkan peran menyerangnya sangat menonjol.

Berkat penampilan konsisten tersebut, Bellingham terpilih sebagai Player of the Match dalam dua pertandingan terakhir Inggris. Meski sebelumnya ia sempat merasa penghargaan itu tidak sepenuhnya layak ia terima saat menghadapi Ghana, pengaruhnya di lapangan tetap tidak terbantahkan.

Real Madrid Punya Pekerjaan Rumah Besar

Musim 2025/26 menjadi periode yang cukup berbeda bagi Bellingham di Real Madrid. Ia beberapa kali dimainkan di berbagai posisi, mulai dari gelandang serang, gelandang tengah, hingga ditempatkan di sisi kiri lapangan.

Perubahan posisi yang terus terjadi diyakini ikut memengaruhi produktivitasnya. Jika pada musim 2023/24 ia mampu mencetak 23 gol di semua kompetisi, musim lalu jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya delapan gol.

Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Jose Mourinho yang kini menangani Real Madrid. Pelatih asal Portugal tersebut dinilai perlu menemukan posisi terbaik agar potensi Bellingham bisa kembali keluar secara maksimal.

Banyak yang menilai peran sebagai gelandang serang atau nomor 10 adalah posisi paling ideal bagi Bellingham. Namun, agar skema itu berjalan, Real Madrid juga perlu memiliki gelandang bertahan yang mampu menjaga keseimbangan permainan sehingga Bellingham bisa lebih fokus membantu serangan.

Performa sang gelandang bersama Inggris seolah menjadi pengingat bahwa kualitas terbaiknya akan muncul ketika dimainkan lebih dekat ke area berbahaya lawan. Jika Real Madrid mampu memaksimalkan peran tersebut, bukan tidak mungkin Bellingham kembali menjadi mesin gol seperti saat musim debutnya di Santiago Bernabeu.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE