Prediksi Harga Emas Global Pekan Depan: Turun Dulu, Baru Naik Lagi? Intip Fakta & Risiko dari Negosiasi AS-Uni Eropa

Prediksi Harga Emas Global Pekan Depan: Turun Dulu, Baru Naik Lagi? Intip Fakta & Risiko dari Negosiasi AS-Uni Eropa
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar terbaru soal harga emas dunia yang diprediksi bakal naik turun pekan depan.
Mulai dari turunnya tingkat permintaan aman dari investor hingga potensi kenaikan akibat langkah kebijakan bank sentral, semua tergantung negosiasi besar antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Menurut analis Ibrahim Assuaibi, awal minggu ini harga emas akan turun mendekati USD?3.300 per troy ons, tapi diprediksi mulai merangkak naik menuju kisaran USD?3.357-3.380 seiring perkembangan negosiasi dagang antara AS dan UE-terutama soal tarif impor 15 persen yang sedang dibahas. "Prediksi saya bahwa harga emas dunia walaupun turun, hanya mendekati USD 3.300 setelah itu kembali mengalami kenaikan ke level USD 3.357. Kalau seandainya tembus kemungkinan di USD 3.380," ujar Ibrahim minggu lalu.

Menurutnya, perkembangan positif dalam diskusi dagang-terutama potensi kesepakatan tarif 15%-memicu pasar yakin kondisi global akan membaik, sehingga sementara mengurangi kebutuhan investor untuk berlindung ke emas.

Namun kondisi bisa berubah ketika hype kebijakan bank sentral mulai muncul. Pernyataan terbaru menyatakan bahwa The Fed diperkirakan bakal mempertimbangkan pemangkasan suku bunga dalam pertemuan mendatang. Kalau suku bunga benar turun, pasar emas bisa kembali didorong naik karena daya tariknya sebagai aset non-yield.

Ibrahim menyampaikan dua skenario utama:

  • Jika Fed mempertahankan suku bunga, Trump bisa bereaksi negatif-dan itu bisa menciptakan ketidakpastian yang mendongkrak harga emas.

  • Jika Fed menurunkan suku bunga, investor emas pun bakal tertarik karena yield investasi lain makin rendah-dan harga emas bisa merangkak naik.

Selain isu suku bunga dan negosiasi dagang, ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung-termasuk konflik di Jalur Gaza dan perang Rusia di Ukraina-juga menjadi pendorong permintaan safe-haven untuk emas. Jadi walaupun diawali penurunan, sentimen global bisa balik mendukung kenaikan.

Berdasarkan data Reuters, harga spot emas dunia sempat menyentuh sekitar USD?3.360-3.370 per ons pekan ini.Analis pun mencatat harga emas sempat stabil di sekitar USD?3.352-3.358 pada akhir pekan lalu.

Jadi Gen, ringkasan prediksinya begini:

  • Pekan depan akan mulai dengan tekanan turun mendekati USD?3.300, terutama kalau berita terkait negosiasi dagang positif.

  • Menjelang akhir pekan, harga berpotensi naik hingga USD?3.357-3.380, bahkan menembus lebih tinggi tergantung keputusan kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE