El Nino Godzilla Sudah di Depan Mata, Apa Pencegahan yang Dilakukan Pemerintah?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ancaman fenomena yang dikenal sebagai "El Nino Godzilla" mulai menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR. Kondisi ini diperkirakan memicu kemarau panjang serta meningkatkan risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mengingatkan pemerintah pusat maupun daerah agar tidak terlambat dalam melakukan langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak dini, terutama setelah adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi cuaca ekstrem.
Menurut Azis, pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan bahwa penanganan setelah kejadian sering kali membutuhkan biaya jauh lebih besar dibandingkan upaya pencegahan. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak mengulang pola lama yang cenderung reaktif.
Ia juga menyoroti tingginya angka kejadian bencana di Indonesia yang mencapai ribuan per tahun. Dalam konteks ini, peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana dinilai perlu diperkuat, khususnya dalam aspek pencegahan dan edukasi masyarakat.
Azis mendorong adanya kebijakan nasional yang mampu memetakan wilayah rawan bencana secara lebih akurat. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan lahan dan kawasan hutan juga perlu diperketat untuk mengurangi risiko bencana seperti longsor dan banjir bandang yang dapat berdampak luas.
Tak hanya fokus pada infrastruktur dan kebijakan, ia juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini. Salah satu usulan yang disampaikan adalah memasukkan kurikulum kebencanaan ke dalam sistem pendidikan nasional, terinspirasi dari praktik di Jepang.
Menurutnya, langkah ini penting karena anak-anak termasuk kelompok paling rentan saat bencana terjadi. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur evakuasi dan keselamatan kerap menjadi faktor tingginya korban jiwa di kalangan usia muda.
Dengan adanya kurikulum khusus, siswa diharapkan memahami langkah-langkah darurat sesuai kondisi geografis tempat tinggalnya, mulai dari wilayah pesisir hingga daerah pegunungan. Edukasi ini juga dinilai dapat membangun kesadaran jangka panjang dalam menghadapi risiko bencana.
Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Dalam skala ekstrem, kondisi ini dapat memicu kekeringan berkepanjangan, krisis air, hingga gangguan pada sektor pangan.
Dengan potensi dampak yang luas, berbagai pihak menilai bahwa kesiapan menghadapi El Nino tidak hanya bergantung pada respons pemerintah, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam memahami dan mengantisipasi risiko bencana sejak dini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!