Perjanjian Paris Ditinggalkan AS Lagi, Donald Trump Sebut Perubahan Iklim Cuma Penipuan Terbesar di Dunia!

Perjanjian Paris Ditinggalkan AS Lagi, Donald Trump Sebut Perubahan Iklim Cuma Penipuan Terbesar di Dunia!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar buruk buat masa depan bumi kita baru saja datang dari gedung putih nih, Gen. Amerika Serikat secara resmi menyatakan cabut dari Perjanjian Paris pada Selasa, 27 Januari 2026. Keputusan ini sebenarnya sudah diprediksi sejak lama, tapi tetap saja bikin komunitas internasional geleng-geleng kepala karena dampak yang bakal ditimbulkan nggak main-main. Lead dari langkah kontroversial ini dimulai tepat setahun yang lalu, saat Donald Trump kembali menduduki kursi presiden dan langsung tancap gas buat membatalkan komitmen lingkungan negaranya.

Sebagai negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kedua di dunia setelah China, absennya Amerika Serikat dalam upaya melawan pemanasan global dianggap sebagai pukulan telak yang bisa ngerusak rencana besar penyelamatan bumi. Bayangin saja, saat hampir seluruh negara di dunia lagi berjuang mati-matian buat nurunin suhu global, salah satu pemain paling berpengaruh malah milih buat cuci tangan. Keputusan ini pun langsung jadi obrolan hangat para aktivis lingkungan dan pemimpin dunia yang khawatir kalau target pembatasan kenaikan suhu 1,5 derajat Celcius bakal mustahil buat dicapai tanpa dukungan dari negeri paman sam tersebut, Gen.

Ini sebenarnya bukan kali pertama Amerika Serikat melakukan aksi tarik ulur kayak gini. Kalau kita flashback, pada periode pertamanya di tahun 2020, Trump juga pernah narik AS keluar dari kesepakatan ini. Tapi pas Joe Biden naik jadi presiden di tahun 2021, Amerika sempat balik lagi masuk ke dalam grup. Sayangnya, begitu Trump menang lagi, di hari pertamanya bertugas pada Januari tahun lalu, dia langsung ngarahin supaya Amerika Serikat keluar lagi dari perjanjian yang dibuat tahun 2015 itu.

Trump emang punya pandangan yang sangat beda dan kontroversial soal isu lingkungan hidup. Dalam pidatonya yang cukup lama di Majelis Umum PBB pada September tahun lalu, dia secara terang-terangan ngeremehin bahaya pemanasan global.

"Penipuan terbesar yang pernah dilakukan terhadap dunia," ujar Trump saat mendeskripsikan masalah perubahan iklim di depan para pemimpin dunia.

Nggak cuma keluar dari Perjanjian Paris, awal bulan ini Trump bahkan ngumumin rencana yang lebih ekstrem. Amerika Serikat punya ambisi buat narik diri dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim yang sudah ada sejak tahun 1992. Padahal konvensi itu adalah dasar hukum utama buat semua kesepakatan iklim global, termasuk Perjanjian Paris. Langkah ini bener-bener nunjukin kalau di bawah kepemimpinan Trump, Amerika Serikat lagi milih jalur ogah kerja sama bareng negara lain soal lingkungan hidup.

Ekspektasinya, penarikan diri ini bakal bertahan lama, setidaknya selama tiga tahun sisa masa jabatan Trump saat ini. Pakar menilai kalau pun nanti Amerika ganti pemimpin lagi dan pengen gabung balik, prosesnya bakal makin ribet dan butuh waktu lama karena kepercayaan internasional sudah mulai luntur. Padahal, Perjanjian Paris ini adalah pakta global pertama yang mewajibkan hampir 200 negara buat nurunin gas rumah kaca demi keselamatan anak cucu kita nantinya.

Menurut Gen, apakah keputusan Amerika Serikat ini bakal bikin negara-negara lain ikutan cuek sama masalah lingkungan atau justru malah bikin kita harus makin kompak jaga bumi?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE