Undangan Inara Rusli ke Talkshow Picu Gelombang Boikot, Warganet Desak Stasiun TV Bertindak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rencana kemunculan Inara Rusli di layar kaca menuai penolakan keras dari warganet. Selebgram sekaligus ibu tiga anak itu dijadwalkan hadir dalam program talkshow Pagi Pagi Ambyar pada 26 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.
Pengumuman kehadiran Inara sebelumnya diunggah melalui akun Instagram resmi acara tersebut. Namun tak lama setelah dipublikasikan, kolom komentar dipenuhi respons negatif. Sejumlah pengguna media sosial menyuarakan keberatan mereka dan bahkan mengancam akan memboikot program tersebut jika tetap menayangkan sang selebgram.
Beberapa komentar bernada keras mempertanyakan keputusan stasiun televisi mengundang figur yang tengah diterpa kontroversi. Ada pula yang menyerukan agar lembaga pengawas penyiaran turut memantau tayangan tersebut.
Gelombang protes itu diduga berkaitan dengan kemunculan dua mantan sahabat Inara, Wardatina Mawa dan Wahyudi, di acara yang sama pada 24 Februari 2026. Dalam tayangan tersebut, Wahyudi mengungkapkan keraguannya soal kabar pernikahan siri Inara dengan Insanul Fahmi yang disebut berlangsung pada 7 Agustus 2025.
Menurut Wahyudi, pada tanggal yang dimaksud Inara diketahui memiliki agenda pertemuan sejak pagi hingga malam hari. Ia mengaku tidak pernah mendengar secara langsung kabar pernikahan tersebut dari sahabatnya itu.
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan di media sosial dan memperpanjang polemik yang sebelumnya sudah ramai diperbincangkan. Tak sedikit warganet yang kemudian menilai kemunculan Inara di televisi berpotensi memancing kontroversi baru.
Setelah banjir kritik, unggahan promosi episode yang menampilkan Inara diketahui telah dihapus dari akun Instagram resmi program. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak stasiun televisi terkait kelanjutan jadwal penayangan tersebut.
Situasi ini menunjukkan bagaimana dinamika opini publik di media sosial dapat memengaruhi keputusan program televisi, terutama ketika melibatkan figur publik yang sedang berada di tengah sorotan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!