Awas Hoax! Begini Kata Vatikan Soal Rumor Paus Fransiskus Mundur
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, bilang ke harian Corriere della Sera kalau sampai sekarang, belum ada tanda-tanda Paus Fransiskus bakal mundur kayak pendahulunya, Paus Benediktus XVI pada tahun 2013.
"Namun diskusi mengenai kemungkinan ini wajar. Tetapi saat ini fokus kami adalah kesehatan dan pemulihan Paus," kata Parolin sebagai klarifikasi atas pemberitaan kalau pemimpin umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus telah mempersiapkan surat pengunduran diri sejak 2013 atau di tahun pertamanya menjabat.
Katanya, surat itu bakal berlaku kalau suatu saat Paus terpaksa mundur karena alasan kesehatan.
"Saya telah menandatangani surat pengunduran diri, saat Tarcisio Bertone menjadi Menteri Luar Negeri. Saya menandatanganinya dan mengatakan kepadanya: 'Jika ada halangan karena alasan medis atau apa pun, ini pengunduran diri saya," kata Paus yang juga sebagai Kepala Tahta Suci Vatikan dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 2022, seperti dilaporkan New York Post saat itu.
Selama Paus masih dalam masa pemulihan, tugas-tugas harian dialihkan ke pejabat Vatikan di Istana Apostolik. Kardinal Parolin yang sementara ambil alih tugas kepausan. Jadi, nggak ada perubahan struktur di Vatikan, cuma sistem delegasi tugas aja.
Dari Roma, Italia, Penerjemah Bahasa Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia September 2024 lalu, Pater Markus Solo SVD bilang kalau sejak Paus dirawat di rumah sakit, nggak ada foto atau video resmi yang dirilis ke publik.
"Jadi kalau ada foto atau video Paus di ranjang sakit, itu entah hoax atau penipuan," katanya.
Bahkan ada foto yang nunjukin Paus pakai pakaian kepausan lengkap sambil pakai masker oksigen. Menurut Pater Markus, itu jelas absurd.
"Bagaimana mungkin orang sesak nafas, dirawat dengan pakaian ketat seperti itu, yang jelas-jelas semakin mempersulit pernapasan," kata Pater Markus.
Kalau beneran ada dokter yang ngerawat pasien dengan cara kayak gitu, udah pasti harus diproses. Tapi kenyataannya, nggak ada kejadian kayak gitu
"Jangan terlalu cepat termakan hoax. Hormatilah hidup orang lain dengan tidak menyebar hoax seperti ini. Tidak etis dan tidak manusiawi," tegas Pater Markus yang merupakan Anggota Kuria Tahta Suci Vatikan di Roma.
Sementara itu, Dosen Teologi Moral Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, Romo Frumensius Gions OFM mengatakan, di Indonesia yang berwenang menginformasikan perkembangan sakit dan pengunduran diri Paus hanya Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Dia mengaku hanya hanya bisa menyampaikan pandangannya bagaimana Paus Fransiskus itu layak didoakan seluruh umat Katolik di dunia. Terutama, karena ajaran Paus Fransiskus yang sangat universal dan kontekstual.
0 Comments





- Inflasi Rendah Belum Tentu Bikin Ekonomi Makin Sejahtera
- Gelar Konser Here I Am, Rossa Bakal Gandeng Bernadya Hingga JKT48
- Kisah Perjuangan Penantian Buah Hati Menkomdigi Meutya Hafid Diangkat di Film Lyora, Dibintangi Marsha Timothy dan Dariu...
- Barcelona Lolos ke Final Copa del Rey, Siap Hadapi Real Madrid di El Clasico
- Darmawan Junaidi Comeback Jadi Bos Bank Mandiri Lagi
- Prabowo Pede Danantara Bisa Bikin Kesejahteraan Rakyat Meningkat
- Aturan Parkir Devisa Hasil Ekspor SDA 100 Persen Dapat Perkuat Nilai Tukar Rupiah
- Ketum PSSI: Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James Bikin Timnas Indonesia Makin Kuat dan Lengkap
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!