Kronologi BYD Atto 1 Tabrak 5 Kendaraan di Blok M, Driver Ojol Patah Kaki

Kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026. Mobil listrik BYD menabrak sejumlah kendaraan hingga seorang pengemudi ojek online mengalami patah kaki kiri dan harus dirawat di RSUP Fatmawati.

Kronologi BYD Atto 1 Tabrak 5 Kendaraan di Blok M, Driver Ojol Patah Kaki
Kecelakaan beruntun BYD Atto 1 di Blok M melibatkan empat mobil lain dan satu motor. - (Dok. Polres Metro).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD Atto 1 terjadi di Jalan Panglima Polim, tepatnya di depan Win Hotel, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 16.48 WIB. Insiden tersebut melibatkan satu mobil BYD, empat mobil lainnya, dan satu sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojek online (ojol).

Akibat kejadian itu, seorang pengemudi ojol berinisial HS, berusia 56 tahun, mengalami patah tulang pada kaki kiri serta luka lecet. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.

Kronologi Mobil BYD Tabrak Sejumlah Kendaraan di Blok M

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S, berusia 46 tahun, melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Panglima Polim. Saat tiba di depan Win Hotel, mobil tersebut menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya.

Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Mujiyanto menyebut kurangnya kehati-hatian dan konsentrasi sebagai dugaan awal yang melatarbelakangi tabrakan tersebut. Setelah benturan pertama, mobil BYD kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan.

"Semula kendaraan mobil BYD NRKB B-1220-KDP melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesampainya di depan Win Hotel, karena kurang hati-hati dan konsentrasi, menabrak kendaraan Brio B-2967-NGY yang melaju searah di depannya," ujar Mujiyanto.

Setelah menabrak Honda Brio, mobil listrik tersebut terus bergerak ke kiri hingga menghantam sepeda motor Honda Beat yang dikendarai pengemudi ojol. Kendaraan itu kemudian menabrak mobil Wuling yang sedang berhenti di sisi kiri jalan sebelum naik ke trotoar dan menghantam dua mobil lain yang terparkir di area Hotel Amaris.

Kendaraan yang terdampak dalam rangkaian kejadian tersebut meliputi Honda Brio, Honda Beat, Wuling, Honda Mobilio, dan Toyota NAV1. Total terdapat lima kendaraan selain mobil BYD yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Driver Ojol Patah Kaki dan Dilarikan ke RSUP Fatmawati

Salah satu korban dalam kecelakaan ini adalah HS, pengemudi ojek online berusia 56 tahun yang mengendarai Honda Beat. Warga Ciomas, Serang, tersebut mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lecet akibat tabrakan.

"Akibat dari kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor Honda Beat A-3867-DD mengalami luka dan kerusakan kendaraan yang terlibat kecelakaan," imbuh Mujiyanto.

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke RSUP Fatmawati di Jakarta Selatan untuk memperoleh perawatan medis. Informasi yang tersedia belum merinci kondisi terbaru korban setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga konsentrasi dan kehati-hatian ketika berkendara, terutama di ruas jalan perkotaan yang ramai.

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan BYD di Blok M

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan beruntun tersebut. Dugaan awal mengenai kurangnya konsentrasi dan kehati-hatian pengemudi masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat serta dokumen berkendara sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu menjelaskan rangkaian kejadian secara lebih lengkap, termasuk faktor yang menyebabkan mobil BYD bergerak ke sisi kiri jalan setelah tabrakan pertama. Hingga penyelidikan selesai, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE