Trump Bakal Bertemu Xi Jinpin di KTT APEC, Bahas Kesepakatan Dagang

Trump Bakal Bertemu Xi Jinpin di KTT APEC, Bahas Kesepakatan Dagang
Pertemuan Trump dan Xi waktu lalu di Florida. - (Dok. Reuters/Carlos Barria).

JAKARTA, Genvoice.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam forum KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025.

Pertemuan ini menjadi sorotan dunia karena menjadi pertemuan pertama kedua pemimpin sejak tahun 2019, di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

"Ini akan menjadi kesempatan penting bagi Presiden Trump untuk berinteraksi langsung dengan Presiden Xi," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt kepada wartawan seperti yang dikutip dari Reuters.

"Presiden akan berpartisipasi dalam serangkaian pertemuan bilateral sebagai bagian dari lawatannya ke Asia-bersama para pemimpin Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan-sebelum diakhiri dengan pertemuan dengan Presiden Xi," tambah Karoline.

Menurut laporan Reuters, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pertemuan ini akan membahas sejumlah isu penting, terutama kerja sama dagang, tarif impor, dan ekspor mineral langka yang menjadi bahan strategis bagi industri teknologi.

Trump disebut ingin menegosiasikan ulang beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merugikan Amerika Serikat.

Topik utama dalam pertemuan nanti diperkirakan seputar perang tarif dan pembatasan ekspor yang selama ini menjadi sumber gesekan antara kedua negara tersebut.

China diketahui masih mempertahankan kontrol ketat atas ekspor mineral langka yang sangat dibutuhkan industri otomotif dan elektronik global. Sementara, Amerika Serikat mengancam akan menaikkan tarif hingga 100 persen terhadap beberapa produk asal China.

Kabar pertemuan Trump dan Xi langsung memberi dampak positif pada pasar keuangan Asia. Indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong naik setelah pengumuman resmi dari Gedung Putih. Para pelaku pasar berharap adanya sinyal stabilisasi hubungan ekonomi antara kedua negara.

Pertemuan di Busan akan menjadi ujian bagi hubungan diplomatik AS-China yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai ketegangan, baik di bidang ekonomi maupun geopolitik.

Selain isu perdagangan, kedua pemimpin juga diperkirakan akan membahas stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan isu keamanan siber.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE