Belajar dari Kasus Jule: Bukan Cuma Fisik, Ini 7 Alasan Psikologis Kenapa Orang Nekat Selingkuh Walau Sudah Nikah
7 Alasan Psikologis Orang Selingkuh Menurut Your Tango
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, isu perselingkuhan selebgram Julia Prastini atau akrab dipanggil Jule lagi trending banget di media sosial.
Walau Jule belum buka suara, suaminya, Na Daehoon (asal Korea Selatan), sudah membuat klarifikasi yang menyentuh.
Daehoon meminta maaf atas kegaduhan rumah tangganya dan menegaskan dirinya kuat-terutama demi anak-anak mereka. Ia bahkan berencana rehat sejenak dari media sosial demi menjaga kesehatan mental.
Kasus seperti Jule ini membuka mata kita: kenapa sih orang nekat selingkuh, bahkan ketika status sudah menikah?
Ternyata, alasan di baliknya seringkali bukan sekadar fisik, tapi tentang kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Melansir dari Your Tango, ini tujuh pemicu psikologis yang membuat seseorang terjebak dalam perselingkuhan:
- Mental Health Bermasalah
Orang yang sedang depresi atau cemas sering mencari "pelarian." Perselingkuhan bisa jadi cara instan untuk merasa dicintai dan bahagia, meskipun efeknya hanya sebentar dan fake.
- Merasa Hidup Sudah Hancur
Ada yang merasa hidupnya sudah stuck dan putus asa. Pasangan selingkuh membuat mereka merasa "hidup lagi" atau dihargai, padahal ini hanyalah solusi palsu.
- Pernikahan Hambar, Bingung Cara Memperbaikinya
Sudah coba berbagai cara, tapi pernikahan tetap terasa tidak bahagia. Daripada berkonfrontasi, mereka mencari pihak ketiga untuk mengisi kekosongan emosional yang seharusnya dipenuhi pasangan.
- Merasa Kesepian dan Diabaikan Emosional
Pasangan yang sibuk atau tidak perhatian membuat seseorang merasa sendirian. Orang yang mau mendengarkan keluh kesah dan peduli bisa jadi pintu masuk perselingkuhan.
- Pelarian dari Trauma Masa Lalu
Beberapa orang menggunakan hubungan baru sebagai cara untuk melupakan rasa sakit atau trauma yang belum selesai. Mereka mencari sensasi baru agar tidak merasakan sakit yang lama.
- Merasa Didengar & Dipahami
Perselingkuhan seringkali berawal dari pertemanan yang intens. Merasa didengar dan dipahami secara mendalam setelah lama diabaikan oleh pasangan sah adalah red flag utama.
- Kecanduan Perhatian
Meskipun tahu itu salah, rasa kecanduan akan perhatian dan keintiman yang didapat dari selingkuhan membuat mereka sulit berhenti. Mereka terjebak dalam siklus yang justru memperburuk masalah utama.
Intinya, Gen, Perselingkuhan adalah tentang pencarian harapan dan pemenuhan kebutuhan emosional. Walaupun tindakannya tidak dapat dibenarkan, kita perlu tahu bahwa ada lapisan psikologis yang kompleks di baliknya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!