Nggak Jadi Mundur, Erick Thohir Direstui FIFA Rangkap Jabatan

Nggak Jadi Mundur, Erick Thohir Direstui FIFA Rangkap Jabatan
Presiden FIFA dan Erick Thohir. - (Dok. Instagram/@erickthohir).

JAKARTA, Genvoice.id - Kabar mengejutkan sekaligus penegasan regulasi datang dari FIFA. Erick Thohir resmi mendapatkan persetujuan untuk merangkap jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). FIFA menyatakan bahwa menurut statuta yang berlaku, posisi rangkap jabatan itu tidak menimbulkan konflik kepentingan, sehingga Erick Thohir bisa melanjutkan kedua tugas tersebut secara sah.

Erick sendiri menegaskan bahwa masalah ini sudah clear, artinya statusnya kini bebas dari keraguan regulasi. Ia menyatakan bahwa sebagai Menpora dia akan menjaga keseimbangan, bahwa sepak bola tidak akan menjadi satu-satunya bidang yang ia beri prioritas di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melainkan juga akan memajukan cabang-cabang olahraga lainnya.

"Saya sudah dapat surat dari FIFA yang menyatakan secara statuta dengan track record saya yang selama ini di sepak bola itu tidak ada benturan kepentingan. Jadi, saya clear and clear," ungkap Erick dalam pernyataan resmi PSSI kepada media seperti dikutip dari Metro TV, Selasa (23/9).

Meski telah mendapat izin, Erick Thohir berjanji tidak akan menjadikan sepak bola anak emas di Kemenpora. Ia menyebut bahwa 13 atau 14 cabang olahraga unggulan akan mendapat perhatian yang setara bukan hanya sepak bola saja yang mendapat prioritas.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada FIFA atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelantikan dan kepercayaan yang diberikan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada FIFA atas kepercayaannya dan Bapak Presiden juga," tambahnya.

Sebagai informasi, Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menpora pada 17 September 2025, menggantikan Dito Ariotedjo. Sementara itu, sejak Februari 2023, ia sudah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Rangkap jabatan semacam ini sebelumnya sempat menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak terkait dengan kemungkinan adanya konflik kepentingan, terutama dalam pengaturan kebijakan olahraga dan administrasi sepak bola nasional.

Namun, dengan statuta FIFA yang diajukan dalam surat itu, Erick mengaku sudah mengecek statusnya dengan FIFA dan memang tidak ditemukan pelanggaran.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE