Islam Di Vietnam Yang Unik, Mengenal Komunitas Muslim Cham Yang Tidak Wajib Puasa Ramadan Dan Salat Lima Waktu!

Islam Di Vietnam Yang Unik, Mengenal Komunitas Muslim Cham Yang Tidak Wajib Puasa Ramadan Dan Salat Lima Waktu!
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia Islam ternyata menyimpan banyak cerita unik yang mungkin belum pernah terdengar di telinga kita sebelumnya, salah satunya datang dari negara tetangga di Asia Tenggara, yaitu Vietnam. Jika biasanya bulan suci Ramadan identik dengan suasana sahur dan berbuka puasa bagi seluruh umat Muslim, ada sebuah fenomena yang sangat berbeda dan cukup mencengangkan terjadi di sana. Bayangkan sebuah komunitas yang mengaku beragama Islam, namun memiliki aturan main yang sangat kontras dengan rukun Islam yang kita jalani selama ini.

Fenomena ini bukan sekadar soal perbedaan budaya biasa, melainkan menyangkut praktik ibadah fundamental seperti salat dan puasa yang biasanya menjadi kewajiban mutlak. Keberadaan kelompok ini menjadi perhatian dunia karena mereka menjalankan tradisi yang disebut-sebut sebagai hasil dari perpaduan adat lokal yang sangat kental. Banyak orang yang baru pertama kali mendengar kisah ini merasa heran dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin identitas Islam bisa tetap melekat meskipun cara beribadahnya jauh berbeda dari standar global?

Hal ini tentu menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas, apalagi di tengah semangat kita menjalankan ibadah Ramadan 2026 yang penuh dengan aturan kedisiplinan. Sejarah panjang dan isolasi politik di masa lalu ternyata memegang peranan penting dalam membentuk pola pikir dan cara beragama mereka hingga saat ini.

Penasaran nggak sih, kenapa mereka bisa memiliki aturan yang memperbolehkan tidak puasa dan tidak salat lima waktu secara rutin seperti kita? Yuk, kita telusuri fakta-fakta heboh di balik komunitas Muslim Cham ini, nih Gen.

Menurut berbagai riset sejarah, keberadaan agama Islam di wilayah yang dulunya bernama Champa ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-9. Namun, seiring berjalannya waktu, penganut Islam di Vietnam terbelah menjadi dua arus besar. Arus pertama adalah mereka yang tinggal di kota-kota besar dan tetap memegang teguh Al-Qur'an serta Hadis. Nah, yang menarik perhatian adalah kelompok kedua, yakni komunitas Muslim Cham atau sering disebut Islam Bani.

Ritual Ramuwan Dan Tradisi Salat Titipan

Perbedaan yang paling mencolok bisa kita lihat saat memasuki bulan suci. Bagi masyarakat Muslim Cham, mereka tidak mengenal kewajiban puasa sebulan penuh. Mereka menyebut momen ini sebagai "Ramuwan". Dalam riset Ba Trung berjudul "Bani Islam Cham in Vietnam", disebutkan bahwa bagi mereka, Ramuwan adalah waktu untuk penyucian diri dan persiapan menghadapi kematian, bukan untuk menahan lapar dan dahaga. Selama masa ini, keluarga-keluarga akan membawakan makanan kepada para pemuka agama di masjid sebagai bentuk ketulusan kepada Tuhan. Uniknya lagi, bulan Ramuwan versi mereka hanya berlangsung selama 15 hari saja, bukan 30 hari.

Bukan cuma soal puasa, urusan salat pun sangat berbeda, nih Gen. Komunitas ini tidak menjalankan salat lima waktu setiap hari. Mereka hanya melaksanakan salat pada hari Jumat. Menariknya lagi, mereka percaya kalau kewajiban salat ini bisa diwakilkan oleh seorang perantara yang mereka sebut sebagai Acar. Jadi, para keluarga merasa cukup "menitipkan" ibadah mereka kepada sang Acar demi keselamatan di dunia dan akhirat.

Penyebab Islamisasi Yang Tidak Tuntas

Lalu, kenapa bisa ada perbedaan yang sangat ekstrem seperti ini? Menurut Jay Willoughby dalam risetnya, "The Cham Muslims of Vietnam", fenomena ini terjadi karena proses penyebaran Islam di masa lalu yang terputus di tengah jalan. Konflik politik dan peperangan di Kerajaan Champa membuat dakwah Islam tidak tersampaikan secara utuh ke akar rumput. Akibatnya, ajaran yang masuk tercampur dengan sisa-sia tradisi Hindu dan Buddha yang sudah ada sebelumnya.

Kondisi isolasi politik yang terjadi selama berabad-abad akhirnya melahirkan sebuah praktik keagamaan yang sangat khas dan berbeda dari dunia Melayu lainnya. Saat ini, ada sekitar 40.000 orang penganut Islam Cham yang tersebar di beberapa provinsi di Vietnam. Meskipun sering dianggap terpinggirkan oleh komunitas Muslim lainnya, belakangan ini banyak tokoh agama yang mulai mencoba melakukan pendekatan perlahan agar ajaran mereka bisa kembali selaras dengan rukun Islam pada umumnya.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE