Meletusnya Gunung Etna Bikin Ribuan Wisatawan Terpukau, Tapi Keamanan Tetap Jadi Prioritas

Meletusnya Gunung Etna Bikin Ribuan Wisatawan Terpukau, Tapi Keamanan Tetap Jadi Prioritas
- (Dok. Luigi Cutore).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gunung Etna di Sisilia kembali mengamuk sejak 11 Februari lalu, mengundang ribuan wisatawan dari seluruh dunia untuk menyaksikan keajaiban alam ini.

Dilansir dari Euro News, pemandangan surreal terbentang di lerengnya: lava merah membara merayap di antara bebatuan hitam, bertemu dengan hamparan salju putih yang menutupi gunung. Kontras yang mencengangkan ini menjadi daya tarik bagi pencinta petualangan dan fotografi.

Gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Meski sering meletus, banyak jalur pendakian tetap aman untuk dijelajahi. Namun, pada ketinggian tertentu, peraturan mengharuskan pendaki didampingi pemandu gunung bersertifikat. Selain memastikan keselamatan, para pemandu juga menjadi sumber pengetahuan tentang "Mamma Etna" yang megah ini.

Bagi pemandu berpengalaman seperti Asia Pioro, setiap letusan tetap menghadirkan sensasi tersendiri.

"Setiap kali datang, pemandangannya selalu unik, penuh emosi yang tak tergambarkan," ujarnya.

Ia menggambarkan bagaimana suara letusan terdengar seperti guntur, sementara dekat aliran lava, suara kaca pecah dan panas yang menyengat semakin menguatkan atmosfer dramatis.

Saro Trovato, pemandu lainnya, mengungkapkan bahwa pemandangan lava bercahaya di tengah lanskap hitam pekat menjadi momen yang tak terlupakan, terutama di malam hari.

"Kadang-kadang, pemandangan ini terasa seperti hari terakhir kehidupan kita," selorohnya.

Ia menambahkan bahwa suara letusan begitu memukau: dari letupan gas, getaran di tanah, hingga suara gemuruh yang mengingatkan pada harimau raksasa dalam sangkar.

Para wisatawan datang dengan berbagai ekspektasi, tetapi semuanya berbagi kegembiraan yang sama saat menyaksikan kedahsyatan Etna dari dekat. Bagi sebagian orang, ini adalah pengalaman yang sudah lama ada dalam daftar impian mereka.

"Ada yang datang tanpa ekspektasi, lalu terkejut saat menyadari bahwa mereka benar-benar mendaki gunung berapi aktif yang sedang meletus," kata Pioro.

Pemandu Luigi Cutore menyebut pengalaman ini sebagai momen "murni adrenalin".

"Kita harus menemukan titik terbaik untuk menyaksikan pertunjukan alam ini. Seolah ada magnet yang menarik kita untuk terus mendekat dan menyaksikan kekuatan alam yang luar biasa," tuturnya.

Meskipun mendebarkan, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Para pemandu memiliki pengalaman luas dalam mengenali bahaya, berkoordinasi dengan vulkanolog, serta mendapat pembaruan kondisi secara real-time. Namun, wisatawan juga harus memiliki kesiapan pribadi.

"Selalu siapkan pakaian yang sesuai dan pelajari rute sebelum berangkat," kata Pioro.

Cutore menambahkan bahwa wisatawan harus menjaga jarak aman dari zona aktivitas vulkanik dan memperhatikan arah angin agar terhindar dari material jatuh. Selain itu, informasi terbaru dari otoritas setempat wajib diperiksa sebelum perjalanan.

Dengan membludaknya pengunjung, otoritas setempat mulai mengkhawatirkan aspek keamanan. Kepala Perlindungan Sipil Regional Sisilia, Salvo Cocina, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan memarkir kendaraan di jalanan sempit, menyebabkan kemacetan parah yang menghambat akses kendaraan penyelamat. Petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk membantu mengatur kerumunan.

Fenomena letusan Gunung Etna mungkin menjadi daya tarik luar biasa, tetapi keselamatan tetap harus diutamakan agar pengalaman menakjubkan ini tidak berubah menjadi tragedi.

 

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE