Pelatih Timnas Italia, Andrea Pirlo Kini Jadi Kandidat Terkuat Berkat Paolo Maldini
JAKARTA, GENVOICE.ID - Timnas Italia bersiap membuka lembaran baru setelah melakukan perubahan besar di jajaran teknis. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik, sementara Leonardo dipercaya mengisi peran sebagai konsultan. Kehadiran dua legenda sepak bola tersebut langsung memengaruhi arah proyek baru Azzurri, termasuk dalam pencarian pelatih kepala.
Salah satu tugas utama yang kini menjadi fokus FIGC adalah menentukan sosok yang akan memimpin Timnas Italia pada ajang UEFA Nations League yang akan dimulai September mendatang. Sejumlah nama sempat masuk dalam bursa kandidat, tetapi perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan besar.
Andrea Pirlo kini disebut sebagai calon paling kuat untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia. Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebut peluang legenda Piala Dunia 2006 itu meningkat drastis usai Maldini dan Leonardo resmi bergabung dalam struktur kepengurusan tim nasional.
Jika keputusan ini benar-benar terwujud, Italia berpotensi kembali dipimpin oleh mantan pemain yang pernah menjadi bagian penting saat Azzurri mengangkat trofi Piala Dunia 2006. Faktor kedekatan Pirlo dengan Maldini dan Leonardo diyakini menjadi salah satu alasan utama namanya kini berada di posisi terdepan.
Kedatangan Maldini Ubah Peta Persaingan
Sebelum perubahan struktur organisasi dilakukan, nama Antonio Conte dan Roberto Mancini masih menjadi kandidat paling sering dibicarakan untuk menangani Timnas Italia. Bahkan, Pep Guardiola juga sempat disebut sebagai opsi ambisius dalam proyek baru FIGC.
Namun situasi berubah setelah Paolo Maldini dan Leonardo resmi mendapat peran penting di federasi. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Andrea Pirlo kini justru menjadi sosok yang paling difavoritkan.
Pirlo memiliki hubungan yang sangat erat dengan kedua legenda tersebut. Mereka pernah bekerja sama dalam periode emas AC Milan dan sudah saling mengenal karakter masing-masing selama bertahun-tahun.
Kedekatan itu dinilai bisa mempermudah koordinasi sekaligus menyatukan visi dalam membangun kembali kekuatan Timnas Italia. Bahkan, Maldini juga disebut pernah ingin membawa Pirlo menjadi pelatih AC Milan pada 2023.
Pengalaman Belum Panjang, Tapi Dinilai Punya Nilai Lebih
Dibandingkan pesaing seperti Conte maupun Mancini, pengalaman Andrea Pirlo sebagai pelatih memang masih tergolong singkat. Karier kepelatihannya dimulai bersama Juventus pada musim 2020/2021, di mana ia sukses mempersembahkan gelar Coppa Italia.
Setelah meninggalkan Juventus, Pirlo sempat melatih klub Turki, Fatih Karagumruk. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Sampdoria sebelum berpisah pada Agustus 2024.
Saat ini, pria berusia 47 tahun tersebut diketahui menangani United FC yang bermarkas di Dubai.
Meski jam terbangnya belum sebanyak kandidat lain, Pirlo tetap dianggap memiliki kualitas dalam hal taktik serta kepemimpinan. Pengalamannya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia juga dinilai menjadi modal penting untuk membangun kembali identitas permainan Timnas Italia.
Selain faktor teknis, aspek finansial juga menjadi pertimbangan penting. Dibandingkan Guardiola yang membutuhkan anggaran sangat besar, Pirlo dinilai jauh lebih realistis untuk direkrut. Hal itu membuat peluang tercapainya kesepakatan antara FIGC dan sang pelatih semakin terbuka lebar.
Kini, keputusan akhir tinggal menunggu langkah federasi. Jika tidak ada perubahan besar, Andrea Pirlo berpotensi menjadi wajah baru di pinggir lapangan Timnas Italia sekaligus memulai era baru Azzurri bersama Paolo Maldini dan Leonardo.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!