Viral! Penampil Il Trovatore Kibarkan Bendera Palestina, Royal Opera House Minta Maaf
Aksi pengibaran bendera Palestina oleh penampil Il Trovatore di Royal Opera House London bikin heboh dan menuai reaksi keras dari pihak Royal Ballet and Opera.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penampil Il Trovatore mengibarkan bendera Palestina di Royal Opera House London hingga viral dan mendapat respon tegas dari Royal Ballet and Opera.
Insiden tak terduga bikin geger Royal Opera House, London, saat penampilan terakhir rangkaian 11 malam opera Il Trovatore karya Giuseppe Verdi pada Sabtu malam (19/7/2025) berubah panas.
Di momen curtain call, salah satu anggota tim di panggung tiba-tiba mengibarkan bendera Palestina berukuran besar. Aksi mendadak itu langsung memicu ketegangan.
Seorang petugas panggung terlihat mencoba menghentikannya, tapi sang penampil bersikeras tetap memegang bendera hingga tirai benar-benar tertutup.
Penonton yang masih memberikan tepuk tangan sempat terdiam bingung sebelum suasana kembali ramai.
Pihak Royal Ballet and Opera cepat menyampaikan penyesalan resmi. Mereka menegaskan aksi pengibaran bendera tersebut murni tindakan spontan dan tidak sah, tidak pernah mendapat persetujuan institusi, serta tidak sejalan dengan komitmen mereka menjaga netralitas politik di panggung.
Menurut juru bicara, penampilan seni seharusnya tetap fokus pada karya dan pengalaman penonton, bukan dijadikan ruang untuk ekspresi politik tanpa koordinasi.
Potongan video yang beredar memperlihatkan momen dramatis itu cukup jelas, di mana seorang kru/penampil berdiri di area belakang panggung sambil mengangkat dan mengibaskan bendera Palestina perlahan.
Dari sisi panggung, seorang pria yang diduga staf produksi berusaha meraih bendera, namun gagal. Dua penampil lain yang berada dekatnya tampak mundur, mungkin agar tidak ikut terseret situasi.
Di bagian depan panggung, beberapa kru tampaknya bahkan tidak menyadari apa yang sedang terjadi di belakang mereka hingga tirai mulai bergerak. Rekaman lain menunjukkan seseorang dari sisi panggung mencoba berbicara dengan pembawa bendera, tapi tidak ditanggapi.
Respon penonton pun campur aduk, menurut laporan BBC. Magdalini Liousa, warga London, menyebut aksi itu sangat berani dan memuji keberanian sang pembawa bendera.
Sebaliknya, Christopher dari Glossop merasa protes tersebut merusak momen penutupan pertunjukan yang sebenarnya brilian untuk mengucap terima kasih kepada para seniman.
Seorang penonton lain yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan ada dua kali percobaan merebut bendera; yang terekam kamera hanyalah percobaan kedua, setelah beberapa penonton mulai mengangkat ponsel mereka.
Hingga kini identitas penampil atau anggota kru yang membawa bendera Palestina itu belum diungkap. Aksi simbolik seperti ini belakangan sering muncul di berbagai panggung publik sebagai bentuk dukungan bagi warga Gaza di tengah konflik berkepanjangan Israel-Hamas.
Peristiwa di Royal Opera House menambah daftar panjang pertemuan antara seni, aktivisme, dan perdebatan tentang batas netralitas ruang budaya elit. Jika momentum serupa terus terjadi, institusi seni global mungkin perlu kebijakan lebih jelas soal ekspresi politik di panggung.
Royal Ballet and Opera menegaskan akan meninjau ulang prosedur keamanan panggung untuk mencegah aksi serupa, sembari mengingatkan bahwa Royal Opera House London berkomitmen menjaga netralitas politik di setiap pertunjukan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!