Heboh Isu Chat WhatsApp Soal Obat HIV, Pihak Ruben Onsu Buka Suara dan Tunjukkan Hasil Tes Lab!

Diduga Dipicu Hasil Pembacaan AI Tangkapan Layar Chat WhatsApp di Podcast, Pihak Ruben Onsu Tunjukkan Bukti Laboratorium Berstatus Non-Reaktif dan Siap Laporkan Penyebar Hoaks.

Heboh Isu Chat WhatsApp Soal Obat HIV, Pihak Ruben Onsu Buka Suara dan Tunjukkan Hasil Tes Lab!
Kolase foto Ruben Onsu dan Sarwendah - (Dok. Instagram).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia hiburan Tanah Air kembali dihebohkan oleh bocornya tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Isu tersebut mencuat usai kehadiran kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, di kanal YouTube Denny Sumargo pada Sabtu (1/8/2026).

Tangkapan layar yang sempat diperjelas oleh warganet itu memicu spekulasi liar mengenai kesehatan Ruben. Tak ingin rumor simpang siur makin meluas, pihak Ruben Onsu bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi yang ditopang oleh bukti hasil tes medis laboratorium.

Awal Mula Viral: Hasil AI Tangkapan Layar Chat WhatsApp

Kejadian ini bermula saat Minola Sebayang hadir di podcast Denny Sumargo untuk mengklarifikasi klaim Sarwendah yang mengaku sulit berkomunikasi dengan Ruben. Untuk membuktikan bahwa hubungan komunikasi keduanya masih berjalan, Minola sempat menunjukkan layar ponselnya ke arah kamera.

Meski tulisan pada layar terlihat sangat kecil dan buram, sejumlah warganet memproses gambar tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil pembacaan teks yang beredar di media sosial X (Twitter) itu menampilkan narasi yang mengaitkan percakapan dengan konsumsi obat-obatan HIV.

Berikut potongan isi pesan WhatsApp yang beredar dan memicu perbincangan publik:

Sarwendah:

(Sebagian teks tidak terbaca) ...sudah tidak konsumsi obat HIV kan...

Ada hal-hal yang perlu kita perhatikan demi keamanan dan kesehatan anak-anak. Mengenai jadwal, sebelumnya juga sudah dibicarakan dan ayah yang menentukan. Aku sudah mencoba mengatur dan menyampaikan ke anak-anak, namun saat itu belum ada respons dari Ayah. Mungkin bisa disesuaikan saja dengan waktu yang paling memungkinkan bagi ayah. Aku ingin menyampaikan bahwa kita berencana mengatur dan ... juga meminta. Tinggal soal waktu aja yang kita belum ketemu pas-nya.

Ruben Onsu:

Gitu, baik makasih bun.

Bantahan Kuasa Hukum: Hasil Laboratorium Tunjukkan Negatif

Menanggapi tuduhan serius yang beredar liar, Minola Sebayang langsung menggelar konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Pihaknya dengan tegas membantah spekulasi tersebut sembari memamerkan dokumen hasil pemeriksaan laboratorium dari rumah sakit swasta atas nama Ruben Samuel Onsu.

Dokumen medis resmi tersebut menyatakan bahwa hasil tes kesehatan Ruben berstatus Non-Reaktif (Negatif). Minola menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut telah dilakukan Ruben secara mandiri pada 25 Juli 2026, jauh sebelum isu ini viral di media sosial.

"Pemeriksaan dilakukan tanggal 25 Juli. Jadi bukan karena ada masalah ini terus kita buru-buru periksa. Ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk kepentingan pembuktian di persidangan," terang Minola.

Ancaman Langkah Hukum Bagi Penyebar Hoaks

Minola menambahkan bahwa Ruben awalnya enggan merespons kabar burung yang tidak berdasar tersebut. Namun, karena narasi liar mulai mengganggu dan bahkan disinggung dalam proses mediasi perceraian, klarifikasi terbuka menjadi hal yang penting dilakukan.

Pihak Ruben Onsu juga melayangkan peringatan keras kepada oknum-oknum yang menyebarkan informasi bohong maupun menyebarkan data pribadi (doxxing) tanpa izin. Minola menegaskan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika penyebaran berita tidak benar ini terus berlanjut.

Saat ini, fokus utama pihak Ruben Onsu tertuju pada persiapan sidang mediasi lanjutan terkait hak asuh anak yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus mendatang.

Klarifikasi langsung beserta bukti medis yang ditunjukkan oleh tim kuasa hukum menjadi jawaban tegas atas spekulasi liar yang memojokkan Ruben Onsu.

Di tengah proses perceraian yang cukup menguras energi, perlindungan atas privasi dan nama baik tetap menjadi hal mendasar yang patut dihormati oleh publik. Semoga proses hukum dan mediasi yang sedang berjalan dapat membuahkan hasil terbaik bagi kedua belah pihak serta anak-anak mereka.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE