Blackmores Ramai Disebut Bahaya, BPOM Blak-blakan Ungkap Fakta Aslinya!
BPOM akhirnya angkat bicara soal dugaan efek samping suplemen Blackmores Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ yang disebut berbahaya di Australia.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya angkat bicara soal kabar efek samping dari dua produk suplemen Blackmores yang lagi ramai diperbincangkan di Australia.
Produk yang dimaksud adalah Blackmores Super Magnesium+ dan Blackmores Ashwagandha+ yang disebut-sebut bisa menimbulkan efek toksik karena kandungan vitamin B6 di dalamnya. BPOM menegaskan bahwa kedua suplemen tersebut tidak pernah terdaftar di Indonesia.
"Kalau dari data BPOM memang produk yang di Australia itu tidak terdaftar di kita (Indonesia), bisa cek di Cek BPOM atau BPOM mobile," jelas pihak BPOM.
Sementara itu, beberapa produk Blackmores yang resmi terdaftar di BPOM Indonesia ada di bawah nama Kalbe Blackmores Nutrition. Beberapa di antaranya adalah:
- Blackmores Koalakids Eye Shield
- Blackmores Lacta Well
- Blackmores Ultimate Omega Odourless
- Blackmores Bio D3 1000 IU
- Blackmores Garlic Oil
- Blackmores Ultimate Vibrant Skin
- Blackmores Multivitamin + Mineral with Habbatussauda
- Blackmores Immunie Chewable
- Blackmores Fish Oil 1000 Odourless
- Blackmores Ultra Refined Habbatussauda Oil
Daftar lengkapnya bisa langsung dicek di laman resmi BPOM, ya Gen.
Kasus ini mencuat setelah News.com.au memberitakan kisah Dominic Noonan-O'Keeffe pada Minggu (20/7/2025). Dominic mulai rutin mengonsumsi suplemen Blackmores sejak Mei 2023, tanpa sadar bahwa produk tersebut punya kadar vitamin B6 tinggi yang bisa berbahaya.
Tak lama kemudian, dia mengalami gejala seperti kelelahan parah, sakit kepala, kejang otot, jantung berdebar, hingga mati rasa. Setelah diperiksa dokter, Dominic didiagnosis menderita neuropati atau kerusakan saraf akibat kelebihan vitamin B6.
Meski sudah berhenti mengonsumsi suplemen itu sejak awal 2024, Dominic mengaku gejala seperti nyeri saraf masih terasa hingga sekarang. Polaris Lawyers, firma hukum yang mendampingi Dominic, mengungkapkan bahwa kandungan vitamin B6 dalam produk tersebut mencapai 29 kali lipat dari batas harian yang direkomendasikan.
Nick Mann, pendiri Polaris Lawyers, mengatakan bahwa sekitar 600 warga Australia sudah menghubungi pihaknya terkait dugaan kasus serupa. Mereka kini sedang menyelidiki kemungkinan untuk menggugat Blackmores.
Nick menambahkan, terlalu tingginya kadar vitamin B6 di suplemen bebas bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang pada banyak orang.
BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek legalitas suplemen melalui situs resmi Cek BPOM atau aplikasi BPOM Mobile agar terhindar dari produk Blackmores palsu atau yang tidak terdaftar di Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!