Massa Emak-Emak Gelar Demo Dukung Makan Bergizi Gratis di Monas, Mengaku Dibayar Rp100 Ribu dan Dapat Wajan

Unik, Massa Bawa Perabot Dapur hingga Dapat Wajan Baru Gratis

Massa Emak-Emak Gelar Demo Dukung Makan Bergizi Gratis di Monas, Mengaku Dibayar Rp100 Ribu dan Dapat Wajan
Demo pro MBG yang didominasi oleh kaum ibu (emak-emak). - (Dok. X @bismillahyuk_).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Kawasan Monas, Jakarta Pusat, kembali diwarnai oleh aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Senin, 22 Juni 2026 kemarin.

Ratusan warga yang didominasi oleh kaum ibu (emak-emak) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Di tengah polemik nasional yang sedang menerpa program jaminan gizi anak sekolah ini, kehadiran massa aksi menarik perhatian publik setelah beberapa di antaranya blak-blakan mengaku mendapatkan sejumlah fasilitas harian, peralatan dapur, hingga uang saku untuk berpartisipasi.

Atribut Unik dan Pengakuan Massa Terkait Uang Saku

Aksi yang terkonsentrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan ini menampilkan berbagai visual unik dari para peserta demo:

  • Pakaian Kompak dan Alat Dapur: Massa emak-emak tampil seragam mengenakan atasan baju putih dipadu kerudung merah. Menariknya, selain membawa setangkai bunga mawar dan poster aspirasi, banyak di antara mereka yang membawa perabot memasak seperti panci, saringan mi, hingga nampah kayu bercat merah-putih bertuliskan "MBG untuk rakyat, bukan konglomerat."

  • Pembagian Logistik dan Wajan Gratis: Saat aksi baru saja dimulai, para koordinator membagikan wajan baru secara cuma-cuma kepada para peserta. Tak hanya itu, masa aksi juga mendapatkan pasokan logistik berupa roti, susu, dan buah-buahan segar untuk dikonsumsi selama berdemo.

  • Pengakuan Uang Saku Rp 100 Ribu: Beberapa peserta aksi tidak menampik adanya pemberian uang transportasi. Yuyun dan Desy, warga asal Jakarta Timur yang ikut turun ke jalan, mengonfirmasi bahwa mereka menerima uang saku sebesar Rp 100 ribu per orang. Meski begitu, mereka menegaskan tetap tulus mendukung MBG karena program tersebut terbukti membuat anak-anak mereka tumbuh lebih sehat dan pintar.

Pembagian Dua Kelompok Massa dan Pengamanan Polisi

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus massa pendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sebenarnya terbagi ke dalam dua kelompok besar di lokasi yang berbeda:

  • Kelompok Emak-Emak Bersatu Mendukung MBG: Kelompok pertama ini didominasi oleh kaum perempuan yang berfokus menggelar orasi dan membawa peralatan dapur tepat di depan kawasan IRTI Monas.

  • Aliansi Masyarakat Jakarta: Kelompok kedua terkonsentrasi di seberang BSI Tower. Kelompok ini membawa atribut kebudayaan yang lebih meriah, mulai dari memajang sepasang Ondel-Ondel, hingga membawa grup musik tradisional Rebana dan Tanjidor. Mereka turut membentangkan spanduk hitam besar dengan tulisan tegas seperti "MBG Yes, Sikat Koruptor" dan "Bersama Prabowo Harga Mati."

Akibat adanya konsentrasi massa tersebut, aparat kepolisian terpaksa menutup akses jalan yang mengarah ke Medan Merdeka Selatan menuju Gambir dengan memasang barikade water barrier berukuran besar. Pengalihan arus ini sempat memicu kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan di sekeliling area Monas.

Latar Belakang Polemik Program MBG

Aksi unjuk rasa tandingan dari kelompok masyarakat ini mencuat sebagai respons atas meluasnya polemik program Makan Bergizi Gratis dalam beberapa waktu terakhir. Di sejumlah daerah, gelombang aksi mahasiswa justru gencar menuntut pembatalan atau penghentian sementara program ini.

Hal tersebut dipicu oleh munculnya berbagai isu miring di tingkat pusat, mulai dari dugaan kasus korupsi, masalah keterlambatan distribusi makanan di lapangan, hingga adanya isu perebutan proyek pengelolaan dapur umum oleh para elite politik lokal.

Bagaimana tanggapan Gen mengenai aksi dukungan massal untuk program Makan Bergizi Gratis di tengah pusaran kasus politik saat ini? Sampaikan opinimu di kolom komentar, ya!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE