Didier Deschamps Kritik Permainan Kasar Kolombia, Soroti Tekel Berbahaya ke Michael Olise

Didier Deschamps Kritik Permainan Kasar Kolombia, Soroti Tekel Berbahaya ke Michael Olise
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, meluapkan kemarahannya usai laga persahabatan melawan Kolombia di Washington, Amerika Serikat, Senin (30/3/2026).

Meski Tim nasional Prancis menang 3-1, Deschamps menyoroti kerasnya permainan lawan yang dinilai sudah melampaui batas.

Ia secara tegas mengkritik gaya bermain Kolombia yang dianggap terlalu mengandalkan kontak fisik. Bahkan, Deschamps menyindir bahwa pertandingan tersebut terasa seperti olahraga lain yang penuh benturan keras.

"Saya bilang ke wasit keempat: 'Ini bukan sepak bola Amerika!' Tidak ada tekel! Untungnya, tidak ada konsekuensi serius," ujarnya.

Insiden paling krusial terjadi di masa tambahan waktu babak kedua. Pemain sayap Prancis, Michael Olise, menjadi sasaran tekel keras yang nyaris berujung cedera serius.

Menurut Deschamps, Olise beruntung mampu menghindari benturan fatal berkat refleksnya yang cepat.

"Kalau dia tidak melompat, dia bisa patah kaki! Ini pertandingan persahabatan… agresivitas boleh, tapi ini sudah melampaui batas," tegasnya.

Ia juga menyayangkan minimnya perlindungan dari perangkat pertandingan terhadap pemain, terutama dalam laga yang seharusnya bersifat non-kompetitif.

Deschamps turut menyinggung tidak digunakannya teknologi Video Assistant Referee dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, ketiadaan VAR membuat pelanggaran keras, terutama di momen akhir laga, tidak bisa ditinjau ulang.

Ia mengakui bahwa tim-tim Amerika Selatan dikenal dengan permainan fisik, namun tetap harus ada batas dalam menjaga sportivitas.

Kekhawatiran Deschamps beralasan, mengingat jadwal kompetisi yang padat menjelang turnamen besar. Ia mengungkapkan bahwa manajemen tim sengaja melakukan rotasi pemain guna mengurangi risiko cedera.

Dengan kompetisi domestik dan Liga Champions UEFA yang memasuki fase krusial, kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama.

"Itulah alasan beberapa pemain tidak diturunkan. Ini periode penting bagi klub mereka," tambahnya.

Di balik kontroversi, Prancis tetap menunjukkan performa solid. Dua gol dicetak oleh Desire Doue yang menjadi gol internasional perdananya, serta satu gol dari Marcus Thuram.

Kemenangan atas Kolombia ini melengkapi hasil positif sebelumnya saat menghadapi Brasil, sekaligus menjadi modal berharga bagi Les Bleus menjelang laga pemanasan terakhir sebelum turnamen besar mendatang.

 
 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE