Cara Membuat CV ATS-Friendly agar Lolos Screening Perusahaan Besar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernahkah kamu merasa kualifikasimu sudah sangat cocok dengan lowongan pekerjaan, namun tidak pernah mendapatkan panggilan wawancara? Bisa jadi masalahnya bukan pada pengalamanmu, melainkan CV-mu tidak terbaca oleh sistem ATS (Applicant Tracking System).
ATS adalah perangkat lunak yang digunakan perusahaan besar untuk menyaring ribuan lamaran secara otomatis sebelum akhirnya dilihat oleh mata manusia. Agar CV-mu lolos dari "robot" ini, berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan:
1. Gunakan Format yang Sederhana
Sistem ATS bekerja dengan cara memindai teks dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Jangan gunakan desain yang terlalu rumit.
-
Hindari: Penggunaan text box, tabel, grafik, atau kolom yang bertumpuk-tumpuk.
-
Gunakan: Format standar satu kolom dengan margin yang cukup. Gunakan font profesional seperti Arial, Calibri, atau Roboto dengan ukuran 10-12 pt.
2. Simpan dalam Format PDF atau DOCX
Meskipun PDF adalah format paling umum, pastikan PDF-mu bukan hasil dari scan gambar. ATS tidak bisa membaca teks di dalam gambar. Cara paling aman adalah mengekspornya langsung dari Google Docs atau Microsoft Word.
3. Masukkan Kata Kunci (Keywords) yang Relevan
Ini adalah bagian terpenting. ATS mencari kata kunci tertentu yang ada di deskripsi pekerjaan.
-
Tips: Jika lowongan meminta keahlian "SEO Analysis" atau "Content Planning", pastikan kata-kata tersebut tertulis dengan ejaan yang sama persis di bagian Skills atau Experience CV-mu.
4. Gunakan Judul Bagian yang Standar
Jangan mencoba terlalu kreatif dengan judul bagian. ATS diprogram untuk mencari kata-kata umum.
-
Gunakan: "Work Experience", "Education", "Skills", dan "Contact Information".
-
Hindari: Judul seperti "My Journey" atau "Where I Studied".
5. Fokus pada Pencapaian, Bukan Hanya Tugas
Gunakan angka untuk menunjukkan hasil kerjamu. Ini akan membuat CV-mu lebih menonjol di mata perekrut setelah lolos dari ATS.
-
Contoh: "Meningkatkan traffic website sebesar 20% dalam 3 bulan" jauh lebih baik daripada sekadar menulis "Bertanggung jawab atas konten website."
6. Hindari Elemen Visual Berlebihan
Jangan meletakkan informasi penting di bagian header atau footer, karena banyak sistem ATS yang mengabaikan bagian tersebut. Selain itu, hindari penggunaan foto diri (kecuali diminta secara khusus di Indonesia) dan ikon-ikon grafik yang tidak perlu.
Cek Ulang CV-mu:
Coba lakukan teknik "Select All" (Ctrl+A) lalu "Copy" (Ctrl+C) dan "Paste" (Ctrl+V) ke dalam Notepad. Jika teks yang muncul berantakan, tidak terbaca, atau urutannya kacau, berarti sistem ATS juga akan kesulitan membacanya.
CV yang bagus untuk ATS adalah CV yang bersih, terstruktur, dan kaya akan kata kunci yang relevan. Ingat, tujuan utamamu adalah membuat teks di dalam CV semudah mungkin untuk "dibaca" oleh mesin agar kamu bisa sampai ke tahap wawancara dengan manusia.
Cara Membuat CV ATS-Friendly agar Lolos Screening Perusahaan Besar
0 Comments
- Niat Puasa Ramadan Paling Lengkap, Cek 6 Versi Bacaan Arab Dan Latin Agar Ibadah Kamu Sah Sesuai Aturan Agama!
- Kemenangan Man United Atas Crystal Palace Memakan Korban, Luke Shaw Alami Cedera Serius Dan Terancam Absen Bela Timnas I...
- Donat Pinkan Mambo Viral Gegara Harganya Fantastis dan Dikritik Habis-Habisan, Tapi Tetap Laku!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!