Strategi Ban McLaren Mengubah Peta Persaingan di Formula 1

D
Daniel R
Penulis
Sport
Strategi Ban McLaren Mengubah Peta Persaingan di Formula 1
- (Dok. Bloomberg).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Musim baru Formula 1 dimulai dengan kejutan dari McLaren yang tampil dominan pada seri pembuka di Australia. Selain kecepatan mobil yang sudah diantisipasi banyak pihak, daya tahan ban yang luar biasa menjadi faktor utama kemenangan Lando Norris. Performa ini memunculkan perhatian di antara tim-tim lain mengenai bagaimana McLaren mampu menemukan keseimbangan optimal antara aerodinamika dan pengelolaan ban.

Pada sesi kualifikasi, McLaren menunjukkan kecepatan yang meyakinkan, unggul empat persepuluh detik dari Max Verstappen. Perbedaan mencolok terjadi di sektor terakhir lintasan, di mana McLaren tetap mempertahankan daya cengkeram, sementara tim lain mengalami keausan ban akibat suhu tinggi. Dalam balapan utama, Verstappen mampu mengimbangi McLaren selama 16 lap sebelum mengalami degradasi ban yang signifikan. Dalam delapan lap berikutnya, selisih waktu yang awalnya lima detik melebar hingga 15 detik. Dengan kondisi balapan yang stabil tanpa intervensi hujan atau mobil pengaman, McLaren berpotensi finis dengan keunggulan lebih dari 30 detik atas lawan-lawannya.

Andrea Stella, prinsipal tim McLaren, mengakui bahwa keunggulan ini tidak hanya berasal dari desain mobil, tetapi juga dari bagaimana mobil berinteraksi dengan ban. Dalam dua dekade terakhir, strategi pemakaian ban menjadi aspek penting di F1, terutama sejak Pirelli ditunjuk sebagai pemasok tunggal dengan mandat menciptakan ban yang mengalami degradasi terkontrol. Biasanya, tim-tim F1 menghadapi dilema antara pemanasan ban yang cepat dan daya tahan yang lebih lama. Namun, McLaren tampaknya mampu menyeimbangkan kedua aspek ini, memungkinkan mereka untuk menekan lebih lama tanpa kehilangan performa.

Desain saluran rem depan McLaren menjadi salah satu elemen yang menarik perhatian. Teknologi ini diduga membantu proses pemanasan ban depan tanpa terlalu membebani ban belakang, sesuatu yang umumnya sulit dicapai oleh tim-tim lain. Prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, mengungkapkan keheranannya terhadap performa McLaren. Ia menyatakan bahwa biasanya mobil dengan pemanasan ban yang baik akan mengalami degradasi lebih cepat, tetapi McLaren tampaknya mampu mengatasi hal ini.

iklan gulaku

Meskipun begitu, Pirelli menegaskan bahwa semua tim masih dalam tahap memahami karakteristik ban musim ini. Ferrari, misalnya, percaya bahwa hasil di Australia belum mencerminkan peta persaingan yang sebenarnya. Balapan berikutnya di Shanghai akan menjadi ujian penting bagi McLaren. Jika mereka kembali menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan ban, tim-tim lain harus segera mencari solusi agar tetap kompetitif dalam perebutan gelar musim ini.

  • Tag:
  • Sport
  • Balapan F1

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today