Meninjau Tambang Emas Liar, Ketua DPRD Ngomong Begini!

Meninjau Tambang Emas Liar, Ketua DPRD Ngomong Begini!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktivitas penambangan emas ilegal di Bogor menarik perhatian sejumlah tokoh publik, termasuk Ketua DPRD Bogor, Sastra Winara.

Dilansir dari Antara, beliau menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terkait aktivitas ilegal yang memakakan korban jiwa tersebut. Tambang ilegal yang terjadi di kawasan Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini harus menjadi pembelajaran beberapa pihak, khususnya dalam aktivitas penambangan yang memang menyangkut nyawa manusia. Setidaknya, itulah yang dikatakan Winara.

Ia mengaku belum mendapatkan laporan dari pihak kepolisian terkait kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Jumlah korban jiwa yang masih simpang siur hingga sekarang menambah beban pikiran Ketua DPRD tersebut.

DPRD Bogor turut berharap agar aparat setempat secepatnya menindak kasus ini, terlebih apabila memang ditemukan adanya prosedur-prosedur yang tidak resmi, terutama dalam keselamatan kerja.

"Kalau memang ada kesalahan prosedur, kami minta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya.

Winara juga membenarkan bahwa masih banyak juga penambangan ilegal yang terjadi pada wilayah tersebut, khususnya di Nanggung. Yang membuatnya tambah khawatir adalah, aktivitas penambangan tersebut tidak diimbangi dengan keselamatan kerja yang sebanding. Ia menilai aspek keselamatan kerja bagi para penambang masih memiliki banyak kekurangan.

"Kita bisa pastikan saudara-saudara kita yang melakukan itu tidak sesuai dengan standar keselamatan, tentu ini perlu menjadi atensi bersama agar kita bisa memberikan pemahaman," katanya.

Tidak hanya mengandalkan penegak hukum, Winara juga mengajak pemerintah daerah setempat untuk terus mencari solusi, khususnya tentang ekonomi, karena motivasi yang membuat penambang ilegal ini berani melakukan tindakan nekat tersebut diakibatkan karena faktor ekonomi.

"Pemerintah daerah harus mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa menghidupi keluarganya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan," ujar Sastra.

Sebelumnya, tim gabungan juag sudah mengevakuasi tiga penambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sepekan setelah insiden kepulan asap. Namun naas, seluruh korban yang ditemukan sudah tidak bernyawa.

Polsek Nanggung mencatat, selain tiga penambang asal Desa Urug Kecamatan Sukajaya yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, terdapat penambang lain yang meninggal dunia akibat korban kepulan asap, namun telah berhasil dievakuasi secara mandiri, yakni dua warga Desa Malasari Kecamatan Nanggung.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE