Memburuk Akibat Karhutla Kalimantan, Malaysia Layangkan Surat Protes Kabut Asap ke Menteri LH RI

Dampak Kebakaran Hutan Kalbar Meluas Hingga Sarawak, Malaysia Boyong Masuk Isu Lintas Batas ke ASEAN

Memburuk Akibat Karhutla Kalimantan, Malaysia Layangkan Surat Protes Kabut Asap ke Menteri LH RI
Peta kebakaran hutan di Kalimantan. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Malaysia resmi mengambil jalur diplomatik guna merespons memburuknya krisis polusi udara dan kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang kini menyelimuti wilayah Sarawak, Malaysia Timur. Kabut asap pekat tersebut dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang tengah melanda kawasan Kalimantan, Indonesia.

Guna mengatasi permasalahan ekologis yang kian mengkhawatirkan ini, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, melayangkan surat protes resmi kepada Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, Malaysia juga secara resmi memboyong isu pencemaran udara ini ke Sekretariat ASEAN agar tindakan penanganan regional dapat segera direalisasikan.

Berikut ini adalah duduk perkara dan poin penting kabut asap lintas batas, di antaranya:

1. Respons Diplomatik dan Mekanisme ASEAN

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menegaskan bahwa pemerintahannya memandang sangat serius krisis polusi asap ini. Malaysia mengoptimalkan mekanisme koordinasi ASEAN untuk memastikan respons bersama yang lebih efektif dalam memadamkan titik api di sumbernya.

2. Kualitas Udara Sarawak Sangat Tidak Sehat

Dampak asap kiriman dari Kalimantan paling parah dirasakan di wilayah perbatasan. Berdasarkan portal APIMS, Indeks Pencemar Udara (API) di Markas Besar Kepolisian Distrik (IPD) Serian, Sarawak, meroket hingga angka 242 pada pagi hari, yang mengategorikannya dalam status "sangat tidak sehat" dan mengancam kesehatan masyarakat.

3. Lonjakan Ribuan Hotspot di Kalbar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi temuan lonjakan titik panas (hotspot) yang amat signifikan di Kalimantan Barat, yakni mencapai 3.759 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 224 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi.

4. Wilayah Terparah Karhutla

Kabupaten Ketapang menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan total 1.795 titik. Wilayah lain yang turut berkejolak antara lain Sanggau (466 titik), Landak (268 titik), Kubu Raya (254 titik), Kayong Utara (200 titik), dan Melawi (190 titik).

5. Ancaman Jarak Pandang dan Partikel Berbahaya

Kabut asap pekat menyebabkan jarak pandang mendatar di Ketapang dan Kubu Raya merosot drastis hingga di bawah satu kilometer. Kualitas udara lokal pun memburuk parah, ditandai dengan konsentrasi PM2.5 di Sungai Tebelian, Sintang yang menembus angka ekstrem 309,1 µg/m³.

6. Penanganan Darat dan Udara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar bersama tim gabungan terus mengerahkan penanganan secara intensif melalui kombinasi operasi pemadaman jalur darat dan water bombing via udara.

Eskalasi krisis kabut asap lintas batas ini menjadi peringatan keras akan pentingnya komitmen nyata serta respons cepat dalam penanggulangan karhutla di kawasan perbatasan.

Langkah penanganan masif di titik-titik api utama Kalimantan Barat tak hanya vital untuk memulihkan kualitas udara dan kesehatan warga lokal, tetapi juga menjadi penentu keberhasilan diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat regional.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE