Pembeli Asing Mulai Masuk! Bursa Karbon Indonesia Makin Dilirik Dunia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa jasa pembeli unit karbon di Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon mulai melakukan pembelian.
Dikutip Antara, Ia mengungkapkan perusahaan asing tersebut membeli karbon di IDXCarbon melalui perwakilan perusahaan mereka yang ada di Indonesia.
"Yang kemarin terjadi adalah dari beberapa negara tetapi melalui representasi mereka di Indonesia," ujar Jeffrey di Gedung BEI Jakarta, Selasa (22/04).
Jeffrey menyebut masih ada yang harus diselesaikan antara government to government (G2G) supaya unit karbon Indonesia dapat diakui oleh negara yang bersangkutan. Dengan demikian, pembeli asing dapat beli secara langsung unit karbon di IDXCarbon.
"Masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan di level G2G. Selain muncul recognition agreement, harus juga dilakukan di level G2G agar unit karbon dari Indonesia itu nanti bisa diakui di negara yang bersangkutan," ujar Jeffrey.
Untuk mempermudah pengguna jasa asing membeli karbon di IDXCarbon, pihaknya terus melakukan revisi aturan-aturan tentang penggunaan jasa, terutama di proses onboarding para calon pengguna.
"Dari Bursa, yang akan kita lakukan adalah merevisi peraturan tentang pengguna jasa terutama untuk proses on boarding. Itu untuk yang asing nanti akan kita permudah prosesnya," ujar Jeffrey
Sebagai contoh, IDXCarbon akan syarat-syarat administrasi seperti dokumen-dokumen yang saat ini masih banyak jadi syarat. Nantinya, dokumen persyaratan akan dibuat lebih sedikit.
"Misalnya adalah dokumen Legal Entity Identifier (LEI). Mungkin untuk transaksi di efek itu sepertinya tidak perlu, jadi itu mungkin akan kita kurangi," ujar Jeffrey.
Fokus Kepada Target Internasional
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa IDXCarbon telah menerima banyak permintaan dari pemilik proyek di luar negeri yang berniat daftar dalam perdagangan karbon kreditnya di wilayah Indonesia.
"Fokus kami saat ini adalah membuka perdagangan unit karbon Indonesia kepada audiens internasional selebar-lebarnya," ujar Iman.
Nilai transaksi IDXCarbon mencapai Rp77,91 miliar sejak diluncurkan pada 26 September 2023. Sementara itu, volume transaksi mencapai 1.598.703 tCO2e (ton ekuivalen) unit karbon hingga 17 April 2025.
Capaian ini melebihi volume transaksi perdagangan sepanjang tahun 2024 2024 yang sebesar 413.764 tCO2e, serta sepanjang tahun 2023 yang sebesar 494.254 tCO2e.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!