Sarapan Bikin Gemuk? Ini 5 Kesalahan Umum yang Sering Kamu Lakukan!

Sarapan Bikin Gemuk? Ini 5 Kesalahan Umum yang Sering Kamu Lakukan!
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, banyak yang bilang sarapan itu penting supaya tubuh tetap bertenaga dan fokus sepanjang hari. Tapi kenyataannya, tidak semua jenis sarapan memberi dampak positif. Kalau kamu salah memilih menu atau menerapkan kebiasaan yang kurang tepat, berat badan justru bisa merangkak naik tanpa kamu sadari. Fenomena ini makin terasa ketika usia sudah lewat 40, karena metabolisme tubuh secara alami menjadi lebih lambat.

Ahli gizi Sarah Garone, NDTR, CNC, menjelaskan bahwa kebiasaan sarapan yang tidak terkontrol bisa memengaruhi kenaikan berat badan. Ia mengingatkan, "Seiring bertambahnya usia, metabolisme kita cenderung melambat. Jadi jangan heran kalau setelah usia 40, sarapan tinggi kalori bisa lebih mudah membuat berat badan naik." Penjelasan ini ia sampaikan dalam wawancara yang dilansir dari Eat This, Not That!.

Lalu, apa saja kebiasaan saat sarapan yang tanpa sadar bikin kamu sulit mempertahankan berat badan ideal? Berikut lima kebiasaan yang perlu Gen hindari.

Kesalahan pertama adalah tidak memperhatikan porsi. Garone menekankan bahwa kebutuhan nutrisi berubah seiring bertambahnya usia, jadi kontrol porsi tetap penting setiap pagi. Menurutnya, "Seperti halnya waktu makan lainnya, kontrol porsi adalah kunci saat sarapan. Gunakan takaran saji sebagai panduan." Porsi yang tidak terukur gampang bikin asupan kalori melonjak tanpa disadari.

Kesalahan berikutnya adalah memilih makanan yang terlalu tinggi gula tambahan. Banyak menu sarapan populer seperti kue, roti manis, sereal instan, atau donat yang mengandung gula sederhana. Garone berkata, "Namun, gula sederhana seperti yang terkandung dalam makanan ini tidak terlalu mengenyangkan." Jenis gula ini cepat dicerna dan memberi energi instan, tapi juga membuat kamu lebih cepat lapar. Solusinya, pilih menu yang mengandung serat dan protein.

Protein juga seringkali diabaikan saat sarapan. Padahal, menurut Garone, menu tinggi protein bisa membantu menahan rasa lapar lebih lama dan mengurangi keinginan makan berlebih di siang hari. Kamu bisa memasukkan telur, selai kacang, kacang-kacangan, atau sosis ayam sebagai pilihan.

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah kurang mengonsumsi serat. Garone menjelaskan bahwa serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. "Mengonsumsi lebih banyak serat saat sarapan dapat berdampak besar sepanjang hari. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan orang yang sarapan tinggi serat cenderung memilih makan malam yang kaya nutrisi," katanya. Oatmeal, omelet sayuran, atau burrito dengan kacang-kacangan bisa jadi alternatif.

Kesalahan terakhir adalah melewatkan sarapan sama sekali. Menurut Garone, makan di pagi hari dengan porsi seimbang sangat penting. Ia mengutip hasil penelitian terbaru, "Menurut penelitian tahun 2025, melewatkan sarapan mengganggu metabolisme, merusak mikrobioma usus, dan meningkatkan risiko obesitas." Jadi, bukan hanya soal jenis makanannya, tapi waktu makan pun berpengaruh besar.

Dengan memahami kebiasaan-kebiasaan ini, Gen bisa membuat pilihan sarapan yang lebih sehat dan membantu menjaga berat badan tetap stabil. Sarapan tetap boleh enak, yang penting tepat dan seimbang.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE