Trump Bikin Geger! Balas Demo ‘No Kings’ dengan Video AI Pakai Mahkota dan Jet Tempur!

Trump Bikin Geger! Balas Demo ‘No Kings’ dengan Video AI Pakai Mahkota dan Jet Tempur!
- (Dok. AP Photo).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, suasana di Amerika Serikat lagi panas banget! Jutaan warga di berbagai negara bagian turun ke jalan dalam aksi demo nasional bertajuk "No Kings" pada Minggu (19/10/2025). Aksi besar-besaran ini jadi bentuk protes terhadap Presiden Donald Trump yang dianggap mulai bertindak seperti seorang penguasa absolut.

Demo ini berlangsung di tengah krisis penutupan pemerintahan federal (government shutdown) yang bikin banyak layanan publik lumpuh. Warga menilai langkah Trump dan administrasinya udah kelewatan karena terlalu mendominasi dan menantang Kongres maupun pengadilan.

Frasa "No Kings" sendiri lahir dari keresahan warga yang merasa kebijakan Trump udah mirip gaya monarki. Ribuan orang membawa spanduk besar bertuliskan pesan pro-demokrasi sambil menuntut akuntabilitas dan perlindungan terhadap kebebasan sipil. Suasana di berbagai kota, mulai dari Portland, Los Angeles, Washington D.C., hingga New York, tetap ramai dan damai.

Tapi alih-alih menanggapi dengan serius, Trump malah bikin heboh dengan responsnya. Melalui akun media sosial Truth Social, dia mengunggah video buatan Artificial Intelligence (AI) yang memperlihatkan versi dirinya mengenakan mahkota dan duduk di jet tempur bertuliskan "King Trump", lengkap dengan lagu "Danger Zone" dari film Top Gun.

Dalam video itu, jet yang dikendarai versi AI Trump tampak menjatuhkan cairan cokelat kental ke arah demonstran. Adegan ini langsung menuai reaksi keras dari publik, sementara pendukungnya justru menganggap demo itu sebagai "aksi benci Amerika" (Hate America Rallies).

Nggak berhenti di situ, Trump juga sempat berkomentar langsung soal unjuk rasa tersebut.

"Mereka bilang mereka menyebut saya raja. Saya bukan raja," ucap Trump. "Saya dengar sangat sedikit orang (yang) akan berada di sana, omong-omong, tetapi mereka memiliki hari mereka yang akan datang dan mereka ingin bersenang-senang."

Sikap santai Trump ini justru makin memicu kemarahan sebagian warga. Banyak yang menilai tindakannya menunjukkan ketidakpedulian terhadap krisis politik yang sedang terjadi.

Meski begitu, para penyelenggara aksi tetap menegaskan bahwa demo "No Kings" adalah gerakan damai. Salah satu peserta bahkan menegaskan,

"Amerika tidak butuh raja. Kami butuh pemimpin yang menghormati konstitusi."

Aksi ini jadi simbol perlawanan baru rakyat Amerika terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dianggap makin otoriter. Dan kalau melihat respons sang presiden, sepertinya drama "Trump vs Rakyat" masih bakal terus berlanjut, Gen.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE