Tragis! Kepergok Selingkuh, Wanita di Kampar Malah Aniaya Istri Sah Hingga Kepala Robek 7 Jahitan
Kronologi Penggerebekan yang Berujung Anarkis
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perselingkuhan tengah jadi momok yang sering terjadi di kehidupan banyak pasangan akhir-akhirnya.
Kali ini kasus perselingkuhan terjadi di Kampar, Riau, yang sedang jadi omongan hangat karena berakhir tragis.
Ironinya, bukannya merasa bersalah, sosok yang diduga sebagai pelakor justru mengamuk dan tega menganiaya istri sah sampai terluka parah.
Kejadian yang bikin geleng-geleng kepala ini sudah ditangani pihak kepolisian. Yuk, simak kronologinya biar kita makin waspada, hanya di bawah ini, Gen!
Kepergok Berduaan, Malah Main Fisik
Peristiwa ini menimpa seorang perempuan berinisial NA (30). Awalnya, korban memergoki suaminya, FE, sedang berada di dalam mobil bersama perempuan lain berinisial TI (25).
Berniat menyelesaikan masalah, korban yang saat itu sedang membonceng anaknya yang masih berusia dua tahun mencoba mengejar mobil tersebut.
Bukannya dapat penjelasan baik-baik, TI malah keluar dari mobil dan langsung menyerang korban secara brutal.
Kepala Robek Hingga 7 Jahitan
Nggak cuma narik rambut sampai korban dan anaknya jatuh dari motor, pelaku juga tega menindih korban dan membenturkan kepala korban ke sepeda motor berulang kali.
Akibat tindakan kasar ini, korban mengalami luka robek di kepala yang harus dijahit sebanyak tujuh jahitan, plus luka lebam di sekujur tubuh.
Mirisnya, sang suami baru melerai aksi tersebut setelah melihat istrinya sudah bersimbah darah.
Pelaku Berhasil Diciduk Polisi
Setelah sempat kabur, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kampar di rumah kontrakannya di kawasan Kuantan Singingi.
Saat ini, TI sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Bener-bener nggak habis pikir ya, Gen. Masalah perselingkuhan aja sudah bikin sakit hati, ditambah lagi dengan kekerasan fisik yang bahkan terjadi di depan anak kecil.
Semoga korban segera pulih dan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Pelajaran berharga buat kita semua untuk selalu berhati-hati dalam menghadapi konflik yang memicu emosi tinggi.
Menurut kalian, Gen, apa sih yang harus dilakukan kalau kita terjebak di situasi memanas kayak gini supaya nggak berakhir dengan kekerasan? Yuk, tulis pendapat atau diskusi sehat kalian di kolom komentar!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!