Comeback ke Akar Aksi, Iko Uwais Siapkan Film Brutal "Warrior" yang Ingatkan Era "The Raid"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktor laga Indonesia Iko Uwais kembali ke genre yang membesarkan namanya lewat film aksi terbaru berjudul "Warrior". Proyek ini menandai kembalinya sang bintang ke film berlatar lokal dengan gaya pertarungan pencak silat yang dulu mendunia lewat waralaba "The Raid".
Dilaporkan oleh Variety, film ini akan menghadirkan nuansa aksi mentah dan brutal khas Iko, sekaligus memperkenalkan cerita baru yang lebih gelap dan emosional. Dalam "Warrior", ia memerankan mantan praktisi silat elite yang baru bebas dari penjara dan berusaha meninggalkan masa lalu kelamnya.
Namun kehidupan damai yang diharapkannya runtuh ketika sindikat kriminal asal Malaysia mulai menguasai lingkungannya. Ancaman terhadap orang-orang terdekat memaksanya kembali turun ke dunia kekerasan. Ia pun menjadi satu-satunya benteng terakhir yang melindungi komunitasnya dari dominasi kelompok kriminal tersebut.
Konflik dalam film ini akan berkembang dari bentrokan jalanan menjadi pertempuran skala penuh. Latar cerita memanfaatkan lokasi urban seperti pasar padat, gang sempit, hingga atap gedung Jakarta, menjanjikan koreografi laga intens yang menjadi ciri khas film-film Iko sebelumnya.
"Warrior" juga menandai debut penyutradaraan tunggal bagi John Radel, sinematografer yang pernah terlibat dalam produksi internasional seperti "Monkey Man" yang dibintangi Dev Patel serta film "Blackhat" garapan Michael Mann. Radel diketahui telah beberapa kali bekerja sama dengan Iko dalam proyek sebelumnya.
Di balik layar, film ini turut melibatkan produser berpengalaman seperti Delon Tio dari Nation Pictures, bersama Erika North, Nick North, dan produser laga Mike Leeder. Iko sendiri tidak hanya berperan sebagai aktor utama, tetapi juga duduk sebagai produser eksekutif melalui rumah produksi barunya, Uwais Pictures.
"Warrior" menjadi proyek perdana dari kolaborasi antara Asia Media Alliance Group dan Nation Pictures, yang berfokus mengembangkan film genre Asia Tenggara untuk pasar global. Proses syuting dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini dan sepenuhnya dilakukan di Indonesia, melibatkan kru lokal serta talenta bela diri baru.
Dengan konsep aksi yang kembali ke akar dan produksi berskala internasional, "Warrior" digadang-gadang menjadi momentum kebangkitan Iko Uwais di perfilman laga, sekaligus membawa kembali kejayaan film silat Indonesia ke panggung dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!