Cara Berbuka Puasa yang Dianjurkan Ahli, Biar Tubuh Tetap Fit Selama Ramadan
Jangan Asal Takjil, Ini Urutan Buka Puasa yang Dianjurkan agar Tubuh Tetap Fit
JAKARTA, GENVOICE.ID- Momen berbuka puasa memang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, banyak orang masih keliru dalam memilih cara berbuka. Padahal, pola berbuka yang tidak tepat bisa memicu keluhan seperti asam lambung naik hingga kenaikan berat badan.
Puasa sebenarnya memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari membantu menurunkan berat badan hingga mengontrol gula darah. Akan tetapi, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika dilakukan dengan pola berbuka yang benar dan sehat.
Berikut panduan berbuka puasa yang dianjurkan agar tubuh tetap bugar selama Ramadan.
Awali dengan Air Putih untuk Mengembalikan Cairan
Langkah pertama yang dianjurkan saat berbuka adalah minum segelas air putih. Cara ini efektif untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh setelah seharian berpuasa. Air putih juga bebas gula dan kalori sehingga aman dikonsumsi sebagai pembuka.
Setelah itu, kamu boleh menambahkan takjil ringan seperti jus buah tanpa gula tambahan atau susu rendah lemak.
Pilih Takjil Manis Alami seperti Kurma
Mengonsumsi makanan manis saat berbuka memang diperbolehkan, tetapi sebaiknya pilih yang manis alami. Kurma menjadi contoh terbaik karena mengandung gula alami yang dapat membantu menormalkan kadar gula darah sekaligus mengembalikan energi dengan cepat.
Selain itu, kurma juga kaya serat dan mineral penting seperti kalium, kalsium, zat besi, dan zinc. Karena kaya akan kandungan nutrisi, mengonsumsi 3 buah kurma untuk memulai buka puasa usai minum segelas air putih menjadi salah satu cara berbuka yang benar dan sehat.
Batasi Gorengan dan Gula Tambahan
Gorengan memang identik dengan menu berbuka, tetapi konsumsinya perlu dibatasi. Makanan ini tinggi kalori dan lemak trans sehingga jika berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan risiko kolesterol tinggi.
Hal yang sama berlaku untuk minuman atau makanan dengan gula tambahan seperti kolak dan es campur. Terlalu banyak gula bisa memicu rasa haus berlebihan dan kelebihan kalori.
Utamakan Menu Bergizi Seimbang
Setelah takjil, pilih makanan utama yang mengandung gizi seimbang, yaitu karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral. Contohnya nasi merah, roti gandum, kentang, ikan, telur, serta sayuran.
Sebaliknya, sebaiknya hindari makanan yang terlalu tinggi garam, lemak, dan gula.
Jangan Makan Berlebihan dan Terburu-buru
Kesalahan umum saat berbuka adalah "lapar mata" lalu makan dalam porsi besar. Padahal, dianjurkan untuk makan sedikit demi sedikit dan berhenti sebelum terlalu kenyang.
Selain itu, makan terlalu cepat juga tidak baik karena dapat meningkatkan risiko gangguan asam lambung. Makan perlahan membantu tubuh beradaptasi setelah seharian kosong.
Penuhi Kebutuhan Cairan Harian
Selama Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi sekitar delapan gelas per hari. Pola minum bisa dibagi mulai dari saat berbuka, setelah salat, hingga sebelum tidur dan sahur agar tubuh tidak dehidrasi.
Berbuka puasa bukan sekadar menghilangkan lapar, tetapi juga momen penting menjaga kesehatan tubuh. Dengan mengikuti cara berbuka yang benar dan sehat, manfaat puasa bisa dirasakan maksimal. Yuk, mulai ubah kebiasaan berbukamu dari sekarang agar Ramadan tahun ini lebih berkah dan tubuh tetap prima!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!