277 Siswa Keracunan Massal, Makanan Bergizi Gratis Diduga Jadi Pemicu, Ini Kata BGN

Kronologi Keracunan Massal di Banggai Kepulauan: Dari Tuna Goreng Saus Hingga Perawatan Intensif

277 Siswa Keracunan Massal, Makanan Bergizi Gratis Diduga Jadi Pemicu, Ini Kata BGN
Korban dugaan keracunan MBG dilarikan ke rumah sakit. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Waduh! Kabar mengejutkan datang dari Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Ratusan siswa, mulai dari SD hingga SMA, diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini langsung bikin Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan. Pemicunya? Diduga kuat karena menu tuna goreng saus.

Menurut laporan yang beredar, BGN sudah langsung menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisi para siswa. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan Banggai Kepulauan, Erick Alfa Handika Sangule, menjelaskan bahwa dugaan awal pemicu keracunan ini adalah menu tuna goreng saus.

Agar tidak hanya sekedar dugaan, sampel makanan yang diduga membuat keracunan itu sudah dikirim untuk diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu. Jadi, kita tinggal tunggu saja hasil resminya.

Update Terbaru Kondisi Para Siswa

Data dari BGN sampai Kamis (18/9/2025) menunjukkan bahwa ada 277 siswa yang terdampak. Mereka berasal dari beberapa sekolah, termasuk SDN Tompudau, SMP dan SMA Tinangkung, SMK Tinangkung, sampai SD Pembina Salakan.

Dari total itu, ada 32 siswa yang masih dirawat di RSUD Trikora. Sementara sisanya, 245 siswa, sudah dibolehkan pulang tapi tetap dalam pengawasan ketat dari tim kesehatan.

BGN sendiri menegaskan kalau keamanan pangan itu prioritas utama mereka dalam program MBG. Jadi, mereka bakal melakukan investigasi total agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Ini penting banget, karena program ini tujuannya untuk membantu anak-anak agar dapat asupan gizi yang baik. Jangan sampai niat baik malah jadi bumerang, kan?

Mengapa Makanan Bisa Sebabkan Keracunan?

Keracunan makanan sering terjadi, dan biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Dalam kasus ini, tuna goreng saus diduga jadi biang keladinya. Kemungkinan besar, proses pengolahan atau penyimpanannya kurang higienis. Ini bisa bikin bakteri seperti Salmonella atau E. coli berkembang biak.

Penting banget buat kita semua, terutama yang mengolah makanan dalam jumlah besar, untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Kebersihan bahan baku: Pastikan ikan tuna yang digunakan segar dan disimpan dengan benar.
  • Suhu penyimpanan: Makanan yang sudah matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
  • Proses masak: Memasak dengan suhu yang tepat bisa membunuh bakteri berbahaya.
  • Penyajian: Alat makan dan tempat saji juga harus bersih.

Dengan adanya kejadian ini, BGN diharapkan bisa lebih ketat dalam mengawasi vendor atau pihak yang menyiapkan makanan. Ini demi memastikan makan sehat bergizi benar-benar aman dan bermanfaat buat anak-anak sekolah. Berita hari ini jadi pengingat buat kita semua bahwa keselamatan pangan adalah hal yang gak bisa ditawar-tawar.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE