Tragis! Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Dunia Usai Terima Paket MBG Keracunan Massal
Kronologi Bunga Rahmawati, Siswi SMKN 1 Cihampelas, Meninggal 6 Hari Usai Terima Paket MBG
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bandung Barat. Bunga Rahmawati, siswi kelas XII SMKN 1 Cihampelas, meninggal dunia pada Selasa (30/9/2025).
Insiden ini terjadi setelah Bunga menerima paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (24/9), program yang sama yang menyebabkan keracunan massal pada 1.333 siswa.
Meskipun saat itu Bunga tidak menunjukkan gejala keracunan, enam hari kemudian ia mendadak jatuh sakit.
Tidak Keracunan, Tapi Jatuh Sakit Mendadak
Peristiwa keracunan massal MBG di sekolah Bunga terjadi pada Rabu (24/9). Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah, menjelaskan menu paket saat itu berisi telur rebus, lotek, kentang, dan pisang.
Uniknya, Bunga saat itu tidak menunjukkan gejala keracunan seperti siswa lain dan masih aktif bersekolah hingga Senin (29/9). Namun, enam hari kemudian, kondisi Bunga mendadak memburuk.
Kronologi Sakit dan Meninggal Dunia
Pada Selasa pagi (30/9), Bunga mulai merasakan mual, meskipun sempat membaik. Siang harinya, sepulang dari sekolah, kondisinya memburuk drastis. Keluarga segera membawanya ke bidan terdekat, yang kemudian menyarankan agar Bunga segera dirujuk ke RSUD Cililin.
Sayangnya, sebelum sempat mendapat perawatan lanjutan di rumah sakit, Bunga dinyatakan meninggal dunia.
Riwayat Penyakit Paru Jadi Faktor
Meskipun insiden ini terjadi setelah Bunga menerima paket MBG, pihak keluarga memberikan keterangan penting: Bunga memiliki riwayat penyakit paru.
Pihak berwenang menduga riwayat penyakit paru inilah yang menjadi faktor penyebab utama kondisi Bunga memburuk dengan cepat hingga meninggal dunia. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada keterkaitan antara kondisi kesehatan Bunga dengan konsumsi paket MBG yang diterima enam hari sebelumnya.
Meninggalnya Bunga Rahmawati, siswi SMKN 1 Cihampelas, enam hari setelah menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan keprihatinan mendalam, meskipun ia tidak mengalami gejala keracunan awal.
Insiden ini, yang terjadi setelah 1.333 siswa lain keracunan dari program yang sama, menyoroti kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap program makanan massal sekolah demi menjamin kesehatan dan keselamatan siswa di Kabupaten Bandung Barat.
Semoga keluarga Bunga diberikan ketabahan. Kasus ini kembali mengingatkan kita betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap program makanan massal, terutama yang melibatkan kesehatan anak sekolah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!