Api Mengamuk di Spanyol dan Portugal, Enam Orang Tewas dan Ratusan Ribu Hektare Ludes Terbakar

Api Mengamuk di Spanyol dan Portugal, Enam Orang Tewas dan Ratusan Ribu Hektare Ludes Terbakar
- (Dok. Balikpapan Pos).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang kebakaran hutan besar-besaran kembali melanda Semenanjung Iberia. Hingga Senin (18/8), jumlah korban jiwa meningkat menjadi enam orang, dengan empat kematian tercatat di Spanyol dan dua di Portugal.

Di Spanyol, lebih dari 40 titik kebakaran masih aktif, sebagian besar berpusat di wilayah Castilla y León. Kondisi ini membuat layanan transportasi lumpuh. Jalur kereta cepat Madrid-Galicia terpaksa dihentikan selama lima hari berturut-turut, sementara belasan jalan raya ditutup demi alasan keselamatan.

Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, dalam wawancaranya dengan stasiun Cadena SER menegaskan bahwa Unit Darurat Militer menghadapi kebakaran paling parah sepanjang sejarah. Data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS) menunjukkan, sepanjang delapan bulan terakhir, api telah menghanguskan sekitar 346.000 hektare lahan di Spanyol. Angka ini menjadi yang terburuk sejak 1994.

Krisis iklim juga memperburuk situasi. Mengutip dari ANTARA News, Selasa (19/8), Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) merilis peringatan merah untuk sejumlah daerah, dengan suhu diprediksi menembus 44 derajat Celsius. Dampaknya terasa fatal: Sistem Pemantauan Mortalitas Harian (MoMo) mencatat lebih dari 4.000 orang meninggal akibat gelombang panas sepanjang tahun ini. Hanya pada Agustus saja, 931 korban dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, di Portugal, api juga tak kalah ganas. Hingga 18 Agustus, sedikitnya 185.753 hektare hutan terbakar, melebihi total kerusakan sepanjang 2024. Laporan harian Diario de Noticias menyebut, meski ada titik api yang mulai padam, kebakaran di kawasan Covilha justru makin tak terkendali.

Institut Laut dan Atmosfer Portugal (IPMA) menegaskan, lebih dari 80 municipal masih berstatus risiko tertinggi. Karena itulah, pemerintah Portugal memperpanjang status siaga darurat level 4 yang berlaku sejak 2 Agustus lalu hingga setidaknya Rabu mendatang.

Bencana ini menegaskan betapa rapuhnya kawasan Eropa Selatan terhadap krisis iklim global. Tingginya suhu, kekeringan ekstrem, dan angin kencang membuat api mudah menyebar. Para ahli mengingatkan bahwa jika pola iklim ini berlanjut, skala kebakaran tahun-tahun mendatang bisa semakin parah.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE