JAKARTA, GENVOICE.ID - PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat tingginya minat masyarakat terhadap Kereta Api Ekonomi Kerakyatan selama periode mudik Idulfitri 2026.
Salah satu yang paling diminati adalah KA tambahan relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Lempuyangan, yang tingkat keterisiannya hampir selalu mencapai 100 persen.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan tingkat keterisian kereta tersebut konsisten tinggi sejak mulai dioperasikan untuk periode mudik tahun ini.
Pada perjalanan Rabu, 11 Maret 2026, volume pelanggan bahkan tercatat mencapai 388 penumpang dengan tingkat keterisian hingga 104 persen.
Menurut Franoto, tingginya animo masyarakat tidak hanya dipengaruhi tarif yang terjangkau, tetapi juga karena layanan kereta api dinilai lebih nyaman, aman, serta tepat waktu dibandingkan moda transportasi lainnya.
Untuk perjalanan hingga Yogyakarta, tiket kereta ini dibanderol sekitar Rp175.000 setelah mendapatkan potongan harga sebesar 30 persen melalui program stimulus dari pemerintah.
Selain faktor harga, kereta api juga menjadi pilihan karena perjalanan lebih bebas dari kemacetan sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan jarak jauh dengan lebih tenang.
Meski sejumlah jadwal awal telah terisi penuh, tiket untuk keberangkatan periode 25 Maret hingga 1 April 2026 masih tersedia. Kereta tambahan ini sendiri dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 15.25 WIB.
KA Ekonomi Kerakyatan Pasarsenen-Lempuyangan mulai dioperasikan pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Rangkaian kereta tersebut terdiri dari dua kelas layanan, yakni lima kereta kelas eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Khusus pada kelas ekonomi kerakyatan, setiap kereta menyediakan 93 tempat duduk sehingga total kapasitas kursi ekonomi mencapai 372 penumpang dalam satu rangkaian.
Franoto menegaskan bahwa layanan KA Ekonomi Kerakyatan merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, sekaligus terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program tarif murah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih mudah sekaligus mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi selama periode Lebaran.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!