Jangan Sampai Salah! Ini Hukum Puasa di Hari Idul Fitri yang Perlu Kamu Tahu

Jangan Sampai Salah! Ini Hukum Puasa di Hari Idul Fitri yang Perlu Kamu Tahu
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri. - (Dok. freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Puasa memang identik dengan ibadah yang penuh pahala. Tapi jangan sampai niat baik justru jadi dosa karena salah waktu. Banyak yang belum sadar kalau puasa di hari tertentu, termasuk saat Idul Fitri, justru nggak dianjurkan dalam Islam.

Biar nggak salah langkah, penting untuk paham hukumnya. Soalnya, dalam ibadah, bukan cuma niat yang dilihat, tapi juga waktu dan caranya harus sesuai.

Larangan Puasa di Hari Idul Fitri

Dilansir dari laman Muhammadiyah, puasa tepat di hari raya Idul Fitri 1 Syawal itu bukan ibadah yang disyariatkan.

Hal ini berdasarkan hadis Nabi Saw:Dari Abu Said r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Nabi saw melarang berpuasa di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.[HR al-Bukhari].

Dalam hadis lain disebutkan:Dari Abi Ubaid r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya menyaksikan hari raya bersama Umar r.a. lalu dimulailah shalat Id sebelum khutbah, kemudian ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw melarang berpuasa pada dua hari raya ini. Adapun di hari Idul Adha maka hendaklah kamu sekalian makan daging kurbanmu, sedang di hari Idul Fitri hendaklah kamu sekalian berbuka dari puasamu.[HR Abu Dawud].

Larangan Juga Berlaku di Hari Tasyriq

Nggak cuma Idul Fitri, Gen. Larangan puasa juga berlaku di hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim, Rasulullah SAW menyebut hari-hari tasyriq sebagai waktu untuk makan dan minum. Bahkan, ditegaskan bahwa hari-hari tersebut bukan waktu untuk berpuasa.

Artinya, ada momen-momen tertentu dalam Islam yang memang ditetapkan sebagai hari untuk menikmati rezeki, bukan menahan diri seperti saat puasa.

Puasa Syawal Tetap Dianjurkan

Setelah Idul Fitri lewat, kamu tetap bisa lanjut berburu pahala lewat puasa sunnah Syawal. Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan hukumnya sunnah. Bahkan, keutamaannya besar banget.

Anjuran untuk melaksanakan puasa Syawal berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ayub Al Anshar (diriwayatkan) … bahwa Rasulullah saw bersabda:Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa.[HR Jama'ah ahli hadis selain dan an-Nasa'i].

Riwayat lain dari Ibnu Majah juga menyebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat, sehingga puasa Ramadan ditambah enam hari Syawal setara dengan puasa setahun penuh.

Pelaksanaan Puasa Syawal

Soal pelaksanaannya, puasa Syawal itu fleksibel. Berdasarkan pandangan Tarjih Muhammadiyah, puasa ini boleh dilakukan langsung enam hari berturut-turut setelah Idul Fitri, atau bisa juga dicicil nggak berurutan selama masih di bulan Syawal.

Karena yang terpenting, pelaksanaannya dimulai setelah tanggal 1 Syawal, alias bukan di hari Lebaran.

Ibadah itu bukan cuma soal semangat, tapi juga harus sesuai hukum. Puasa memang baik, tapi kalau dilakukan di waktu yang dilarang seperti Idul Fitri, justru jadi nggak tepat.

Jadi Gen, daripada salah langkah, mending pastikan dulu kapan waktu yang dianjurkan dan kapan yang harus dihindari. Biar ibadah yang dijalani benar-benar bernilai dan nggak sia-sia.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE