Harimau Kurus di Ragunan Viral, Pramono Anung Ungkap Itu Peliharaannya
JAKARTA,GENVOICE.ID - Sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau tampak kurus di Taman Margasatwa Ragunan memicu kegaduhan besar di media sosial.
Publik ramai mempertanyakan kondisi satwa tersebut, terlebih setelah muncul tudingan bahwa jatah pakan harimau dibawa pulang oleh petugas. Situasi itu berubah semakin panas hingga akhirnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan penjelasan langsung.
Pramono mengakui bahwa harimau dalam video tersebut adalah milik pribadinya. Ia menegaskan bahwa kebutuhan pakan satwanya selama ini berada dalam pengawasannya, termasuk pengecekan jatah makan hariannya. Menurutnya, kondisi fisik harimau itu bukan akibat kelalaian petugas Ragunan.
"Itu harimau kebetulan punya saya pribadi. Jadi sekali lagi, itu harimau punya saya pribadi. Selama ini, untuk makan juga saya yang ikut awasi," ujar Pramono di Jakarta Utara. Ia menambahkan bahwa ia akan mengecek kondisi harimau tersebut secara langsung dalam waktu dekat. "Minggu ini saya akan ke sana. Mungkin harimaunya kangen sama saya," ucapnya sambil tersenyum.
Video yang terlanjur viral itu memunculkan kecemasan publik. Pengunggah menuding adanya praktik tidak etis di Ragunan, termasuk klaim bahwa jatah pakan harimau dibawa pulang oleh petugas. Narasi tersebut menyebar cepat di berbagai platform dan menciptakan persepsi bahwa satwa karnivora di kebun binatang dibiarkan kelaparan.
Pihak Ragunan segera memberikan klarifikasi untuk meredam isu. Humas TMR, Wahyudi Bambang, menegaskan bahwa tidak ada penyimpangan dalam proses pemberian pakan. Menurutnya, seluruh satwa di Ragunan mendapat jatah makan sesuai standar zoologi dan kebutuhan masing-masing spesies.
"Informasi yang beredar itu tidak benar dan tidak sesuai kondisi faktual di Taman Margasatwa Ragunan," kata Wahyudi. Ia menjelaskan bahwa setiap harimau mendapatkan lima kilogram daging per hari dan prosedur itu tidak pernah dikurangi. Ragunan juga memastikan bahwa semua satwa berada dalam pengawasan tim keeper dan dokter hewan profesional.
Wahyudi menambahkan bahwa pihaknya siap membuka data pakan maupun rekaman CCTV bila diperlukan untuk meluruskan informasi yang beredar. Ragunan ingin menunjukkan bahwa standar kesejahteraan satwa selalu menjadi perhatian utama.
Dengan pengakuan Pramono dan penjelasan resmi Ragunan, polemik terkait video harimau kurus itu mulai menemukan titik terang. Namun, dinamika yang sempat memanas ini kembali menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar dan betapa pentingnya klarifikasi akurat dalam meredam kepanikan publik.
Harimau Kurus di Ragunan Viral, Pramono Anung Ungkap Itu Peliharaannya
0 Comments
- Ilmuwan Temukan Mekanisme Pertahanan Alami Pertama terhadap Penyakit Mematikan Jeruk Citrus Greening
- Patroli Udara Ubah Wajah Keamanan Desa di China, UAV Kini Jadi Andalan Pemerintah Lokal
- Eks Marinir Jadi Tentara Rusia dan Dicabut Kewarganegaraannya, Kini Minta Balik Jadi WNI! TNI AL Tegas: 'Tidak Akan Teri...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!