Paskah 2025: Saatnya Bangkit dan Tebar Harapan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni!

Paskah 2025: Saatnya Bangkit dan Tebar Harapan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni!
- (Dok. Antara).

Paskah 2025 bukan cuma perayaan biasa. Di balik misa dan doa yang khusyuk, ada pesan mendalam tentang harapan yang nggak boleh dianggap remeh. Bukan harapan yang sebatas ucapan atau sekadar haru sesaat, tapi harapan yang lahir dari kemenangan Yesus Kristus dan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun ini, umat Katolik dan Kristen merayakan Paskah pada Minggu, 20 April 2025. Tapi sebelum sampai di puncaknya, ada tiga hari penting yang jadi inti refleksi umat: Kamis Putih (17 April), Jumat Agung (18 April), dan Sabtu Suci (19 April). Trio hari suci ini dikenal sebagai Tri Hari Suci Paskah, momen yang bikin kita semua diingatkan akan pengorbanan dan kebangkitan Kristus.

Nggak cuma itu, Paskah tahun ini juga berbarengan dengan peringatan Tahun Yubileum Harapan. Tahun ini disebut sebagai momen suci untuk menghapus dosa dan memperbarui semangat rohani. Jadi, Paskah kali ini terasa lebih 'ngena', lebih powerful, dan penuh makna.

"Harapan bukanlah emosi yang cepat berlalu, tetapi sebuah keyakinan yang teguh yang berakar pada kemenangan Kristus," kata Antonius Sinaga, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag DKI Jakarta, dilansir dari ANTARA.

Buat Antonius, Paskah di Tahun Yubileum Harapan ini adalah panggilan buat semua umat buat nggak cuma memaknai Paskah secara spiritual, tapi juga menerapkannya dalam aksi nyata. Maksudnya? Hidup beragama kita harus berpengaruh, punya dampak sosial, dan membawa harapan ke orang sekitar. Jangan cuma diam di gereja, tapi juga hadir di kehidupan nyata.

Selama 40 hari sebelum Paskah, umat menjalani masa Prapaskah, waktu buat puasa dan pantang, tapi juga momen refleksi. Di sini, umat diajak untuk memperkuat iman, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut kebangkitan Kristus dengan hati yang lebih lapang.

"Di tengah berbagai masalah dan tantangan aktual yang kita hadapi akhir-akhir ini, semoga harapan abadi dari kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus memenuhi kita semua," tambah Antonius.

Jadi, Paskah kali ini bukan cuma tentang mengenang sejarah atau sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah panggilan untuk bangkit, untuk benar-benar hidup dalam semangat kasih, dan jadi pembawa harapan di tengah dunia yang penuh tantangan. Siap jadi bagian dari perubahan nyata?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE