Franco Mastantuono Catat Sejarah sebagai Starter Termuda Real Madrid di Liga Champions, Begini Performanya

Franco Mastantuono Catat Sejarah sebagai Starter Termuda Real Madrid di Liga Champions, Begini Performanya
- (Dok. X/@ChampionsLeague).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Real Madrid kembali menorehkan sejarah di Liga Champions, kali ini lewat sosok Franco Mastantuono. Pemain muda asal Argentina tersebut resmi menjadi starter termuda Los Blancos di ajang paling bergengsi Eropa, menggeser rekor yang sebelumnya dipegang beberapa nama besar dari akademi klub. Dengan usia yang bahkan belum menginjak 18 tahun, Mastantuono langsung mencuri perhatian publik sepak bola dunia.

Keputusan pelatih Xabi Alonso untuk menurunkan Mastantuono sejak menit awal bukan tanpa alasan. Sang gelandang dikenal memiliki visi bermain yang matang, kemampuan olah bola di atas rata-rata, serta kecerdasan dalam membaca permainan. Dalam laga debut Liga Champions sebagai starter, ia tidak terlihat gugup. Mastantuono tampil percaya diri dengan beberapa sentuhan penting, distribusi bola yang rapi, dan berani melakukan pressing ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Meski tidak mencetak gol atau assist, performa Mastantuono dianggap cukup menjanjikan. Statistik menunjukkan ia berhasil menjaga akurasi operan di atas 85 persen, serta beberapa kali terlibat dalam membangun serangan Real Madrid. Fans yang memadati Santiago Bernabéu pun memberikan tepuk tangan ketika namanya diumumkan di starting line-up, tanda bahwa publik Madrid siap memberikan dukungan penuh untuk bintang mudanya.

Kehadiran Mastantuono juga menjadi bukti bahwa Real Madrid tidak hanya mengandalkan pemain bintang seperti Kylian Mbappé, Jude Bellingham, atau Vinícius Jr., tetapi juga berani memberi panggung kepada talenta muda. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, dengan munculnya nama-nama seperti Iker Casillas, Raúl González, hingga Federico Valverde yang kini menjadi andalan.

Mastantuono sendiri sebelumnya tampil gemilang bersama tim akademi dan mencuri perhatian dalam beberapa laga pramusim. Banyak pengamat menyebutkan bahwa gaya bermainnya mengingatkan pada kombinasi Luka Modrić dan Ángel Di María, memadukan ketenangan dan kreativitas khas gelandang Argentina.

Ke depan, peluang Mastantuono untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak cukup terbuka, terlebih jadwal padat Liga Champions, La Liga, dan Copa del Rey membuat rotasi skuad menjadi penting. Jika ia mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Mastantuono akan menjadi salah satu pilar utama Real Madrid di masa depan.

Dengan catatan sejarah yang baru ditorehkannya, Franco Mastantuono kini resmi masuk dalam daftar nama pemain muda yang layak diperhitungkan di Eropa. Debutnya sebagai starter di Liga Champions bukan hanya sekadar rekor, melainkan sinyal lahirnya bintang baru di Santiago Bernabéu.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE