Kemlu Mengutuk Keras Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia
JAKARTA, Genvoice.id - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan kutukan keras atas insiden penembakan massal yang terjadi di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak, dan menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menyebut insiden tersebut sebagai tindakan keji yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pemerintah Indonesia juga menyatakan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Australia yang tengah menghadapi situasi sulit akibat peristiwa tersebut.
"Indonesia mengutuk keras aksi kekerasan ini dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban serta keluarga mereka. Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat ditoleransi," demikian pernyataan Kemlu RI.
Kemlu RI juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sekitar lokasi kejadian maupun di wilayah Australia secara umum.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Kemlu RI menyebut belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Pantai Bondi. Meski demikian, KJRI Sydney tetap membuka jalur komunikasi dan layanan darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Insiden penembakan massal di kawasan publik tersebut mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Pantai Bondi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sydney dan kerap dipadati warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan ruang publik dan keselamatan masyarakat sipil.
Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang berada di Australia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area keramaian jika tidak mendesak, serta mengikuti arahan otoritas setempat. WNI juga diminta segera menghubungi KJRI Sydney apabila menghadapi situasi darurat atau memerlukan perlindungan konsuler.
"Indonesia berdiri bersama Australia dan komunitas internasional dalam menolak kekerasan serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat," ujar Kemlu RI.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!